Protes Arbitrase, Puluhan Karyawan Freeport Lakukan Pemalangan

Protes Arbitrase, Puluhan Karyawan Freeport Lakukan Pemalangan
Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia kembali harus berhadapan dengan protes karyawannya sendiri. Pada senin (18/5), sebanyak 40-an lebih karyawa Freeport melakukan pemalangan di tiga titik areal pertambangan.   Mereka mengatasnamakan tujuh suku. Seperti yang dicatat Liputan6.com, ketiga titik itu adalah  Mp 72 di depan pos terminal ridge camp, depan pos keamanan 800 Mp 72 dan di Mp 73. Pemalangan dilakukan dengan 3 alat berat berupa loader serta material pasir dan batu.   Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige, menuturkan pemalangan dilakukan pada Senin sekitar pukul 02.00 WIT yang dipimpin Arnol Beunal. “Rata-rata karyawan yang melakukan pemalangan  bekerja pada mine maintanance contractor PT FI. Massa menuntut penyelesaian masalah abritase yang belum ada solusi dari pihak manajemen Freeport Indonesia,” katanya.   Dalam aksinya, Senin sekitar pukul 24.40 WIT, massa bergerak menuju Mp 72 ridgecamp dan tiba sekitar pukul 01.05 WIT di pos keamanan 800.   “Sekitar pukul  03.40 WIT, sekitar 18 orang termasuk Arnol Beunal ditangkap oleh kepolisian setempat dan dibawa ke polsek, dan rencananya akan dilanjutkan ke Polres Mimika untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.   Pasca penangkapan ini, sekitar pukul 04.00 WIT, polisi membongkar paksa pemalangan tersebut dan hingga saat ini situasi di lokasi pemalangan dan sekitar aman dan kondusif.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin