3 Penyalur BBM Ajukan Kenaikan Harga

3 Penyalur BBM Ajukan Kenaikan Harga
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.
Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, ada dua penyalur BBM yang baru saja mengajukan kenaikan harga jual, yaitu PT Total Oil Indonesia (Total) dan PT AKR Corporindo (AKR).   “Total dan AKR mengajukan perubahan harga,” kata Djoko saat dijumpai di kantor Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat (25/5).   Dengan demikian, sejauh ini sudah ada tiga penyalur BBM yang mengajukan kenaikan harga. Sebelumnya, PT Shell Indonesia mengajuk kenaikan harga ke pemerintah.   “Iya yang saya terima sampai hari ini (Shell, Total, AKR yang mengajukan),” lanjut Djoko.   Head of Investor Relation AKR, Ricardo Silaen membeberkan, pihaknya mengajukan kenaikan harga untuk BBM Ron 92, dengan margin tidak lebih dari 10 persen sebagaimana yang diatur.   Menurutnya, kemungkinan proses pengajuan akan selesai dalam 10 hari kerja terhitung sejak diajukan. Adapun latar belakang pihaknya mengajukan kenaikan harga, untuk menyesuaikan perkembangan pasar.   “Peraturannya 10 hari kerja. Mungkin sekitar 10 hari kerja. Karena kita minta tanggal efektif di-approve 10,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin