Dani Widjaja Mundur Sebagai Direktur PT Vale Indonesia

Dani Widjaja Mundur Sebagai Direktur PT Vale Indonesia
sumber foto; Dok PT Vale Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Hari ini PT Vale Indonesia,Tbk (INCO) menyampaikan secara resmi pengunduran diri Dani Widjaja sebagai Direktur Perseroan. “Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Dani Widjaja dari jabatannya sebagai anggota Direksi Perseroan tertanggal 25 Maret 2022,”demikian keterangan perusahaan dalam Keterbukaan Resmi di Laman Bursa Efek Indonesia (BEI), (30/3).

Untuk diketahui Dani Widjaja kembali ditunjuk sebagai Direktur Perseroan pada RUPS Tahunan tanggal 29 April 2021. Dani sendiri punya banyak pengalaman dalam operasi dan rekayasa teknik smelter serta manajemen proyek untuk proyek-proyek industri berat.

Karir di salah satu perusahaan tambang nikel ini terbilang lama. Selama 20 tahun Ia bekerja dengan PT Vale Indonesia, Dani telah mengelola operasi smelter dan sejumlah proyek bernilai jutaan dolar mulai dari pengembangan area tambang baru, pembersihan kiln off gas, stabilisasi daya furnace dan pembangkit listrik tenaga air. Keahliannya meliputi manajemen teknik, optimasi pabrik, dan manajemen shutdown.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda