2019, Pemerintah Optimis Eksplorasi Migas Meningkat

2019, Pemerintah Optimis Eksplorasi Migas Meningkat
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Pemerintah optimis kegiatan eksplorasi migas akan kembali menunjukkan tren positif di tahun 2019 mendatang. Pertimbangan ini didasari kenaikan harga minyak dunia dan perolehan komitmen kerja pasti eksplorasi dari Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) terminasi dan WK Migas baru.   “SKK (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu) Migas optimis kegiatan eksplorasi tahun depan meningkat. Paling tidak seismik,” tegas Amien Sunaryadi selaku Kepala SKK Migas, dalam keterangan resminya, Rabu (16/5).   Menurut Amien, ada dua hal yang mendasari optimisme tersebut. Pertama, finansial perusahaan migas yang ikut membaik seiring dampak kenaikan harga minyak dunia. “Yang satu karena harga minyak, jadi beberapa perusahaan menjadi punya uang,” jelas Amin.   Kedua, adanya tambahan komitmen pasti untuk melakukan kegiatan eksplorasi. “Yang besar dari WK terminasi. Setelah mendapatkan WK yang sudah beroperasi, maka eksplorasinya akan lebih banyak,” harap Amien.   Langkah lain dalam menggalakkan kegiatan eksplorasi adalah melelang 74 blok yang dikembalikan kepada negara dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pengembalian blok tersebut lantaran keterbatasan dana, dan belum adanya penemuan migas saat itu.   “Mayoritas WK eksplorasi. Ada (kontraktor) yang menjalankan komitmen yang semua, tapi tidak discovery. Dan ada juga yang tidak bisa melakukan komitmen sampai waktunya habis. Nanti setelah di clear up dilelang lagi dalam setahun,” kata Amien.   74 blok terminasi, imbuh Amin, memiliki komitmen pasti lebih dari USD 400 juta. Dari jumlah itu, sebagian telah dibayar oleh kontraktor bersangkutan, sisanya masih ditagih oleh SKK Migas.   Dengan melelang ulang 74 blok terminasi tersebut, Pemerintah mengincar kontraktor baru yang punya segi finansial dan teknologi yang lebih mapan. Dengan begitu, kegiatan eksplorasi migas berjalan seperti yang diharapkan.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda