Wapres: PLN Wajib Beli Listrik EBT, Berapa Pun Harganya

Wapres: PLN Wajib Beli Listrik EBT, Berapa Pun Harganya
JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya turun tangan menyelesaikan persoalan harga listrik PLTP Kamojang dan PLTP Lahendong antara PT Pertamina Geothermal (PGE) dan PT PLN (Persero). Hari ini, Rabu (7/1)  Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memanggil Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Suwandi, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto  dan Ditrektur Utama PLN  Sofyan Basir.
Dalam pertemuan di kantor Wakil Presiden tersebut, Jusuf Kalla mengeluarkan instruksi kepada PLN untuk membeli listrik dari energi baru terbarukan, berapapaun harganya. PLN, ujar Wapres, jangan melihat Pertamina sebagai vendor, tetapi sebagai mitra bisnis.
Lebih lanjut Wakil Presiden menegaskan persoalan listrik bukan urusan PLN semata, tetapi menjadi perhatian semua pihak, karena terkait dengan kegiatan utama masyarakat. Karena itu, persoalan kelistrikan akan selalu menjadi barometer. Tidak hanya itu, JK juga mengingatkan  jangan sampai persoalan terkait harga listrik panas bumi tersebut menghambat animo investor ingin masuk ke sektor panas bumi di Indonesia.
“Jangan menghambat investor untuk masuk (ke sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi),” demikian disampaikan Wakil Presiden seperti disampaikan Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana.
Rida juga mengatakan Wakil Presiden sangat memahami karakteristik energi baru terbarukan. Energi terbarukan, tidak bisa dijadikan komoditas. Tetapi menjadi kendaraan yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tadi Pak Wapres sudah memberikan pengarahan, beliau (Wapres) berjanji, besok sudah ada solusi mengatasi masalah ini,” ungkap Rida .
Pada kesempatan tersebut, cerita Rida, Wapres  juga mengatakan PLN selama ini terlalu berpijak pada kepentingan korporasi. Harusnya, kata JK  PLN cukup menaati aturan yang sudah ditetapkan di Peraturan Menteri. Resikonya, kata JK lagi, akan ditanggung oleh pemerintah sebagai pemegang saham utama.
“Wapres juga berjanji, kalau ketemu lagi, akan buka-bukaan soal perhitungan harga,” pungkas  Rida

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin