Utang Samin Tan ke Standard Chartered Tidak Default
Samin Tan. Foto: wsj.com
Hutang Borneo ke Standard Chartered pada akhir September mencapai $739 juta.
Utang itu tahun lalu diamandemen, diperpanjang jatuh temponya menjadi Januari 2019. Pada 15 April Borneo membayar utang pokok sebesar $100 juta, dan membayar kembali pada 2016.
Standard Chartered memang tengah dipusingkan oleh kredit macet atas pinjamannya ke berbagai perusahaan komoditi, akibat hancurnya harga. Total pinjamannya untuk perusahaan komoditi yang bermasalah mencapai $ 61 miliar. Kepala Eksekutif Standard Chartered sampai didesak mundur akibat menggembungnya kredit macet ini.
Bank tidak mau berkomentar. Raiffeisen Bank juga tidak mau menanggapi pertanyaan yang diajukan Reuters.
Pinjaman terhadap Borneo mengucur pada Januari 2012, merupakan salah satu pinjaman terbesar yang diberikan bank dalam beberapa tahun terakhir. Pinjaman itu digunakan untuk membeli saham di Bumi Plc, yang kemudian berganti nama menjadi Asia Resource Minerals. Apes, harga saham Asia Resources juga ambrol lebih dari 90%.
Pinjaman itu dijamin oleh aset Borneo dan saham di beberapa perusahaan.
Foto: Seorang nasabah berjalan di kantor Standard Chartered Bank. Foto: mirror.co.uk