United Tractors Catatkan Penjualan Komatsu 1.126 Unit di Kuartal I 2024

Penjualan Komatsu
Ilustrasi: Serah-terima secara simbolis sebanyak 15 unit Komatsu HB365, produk excavator hybrid kelas 30 ton pertama di Indonesia, atas pembelian dari PT Kalimantan Prima Persada (KPP) untuk operasional di sektor mineral nikel.

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penjualan alat berat merek Komatsu sebesar 1.126 unit pada Kuartal I 2024. Angka ini menurun sekitar 37,1 persen dibanding Kuartal I 2023 yang mencapai 1.791 unit, target penjualan tahun ini 4.000 unit

“(Realisasi penjualan Kuartal I 2024) 1.126 unit. Pokoknya (target tahun ini) sekitar 4.000 unit,” ungkap Sekretaris Perusahaan, Sara K Loebis, dikutip Senin (29/4).

Dari jumlah penjualan tersebut, segmen pertambangan masih mendominasi dengan menyumbang sekitar 69 persen, meningkat dibanding dengan periode sama di tahun lalu yang hanya 64 persen. Segmen selanjutnya diikuti konstruksi 13 persen, sektor Perkebunan 10 persen dan perhutanan 8 persen.

Sementara pada periode sama tahun 2023, sektor konstruksi mencapai 15 persen, perhutanan 14 persen dan Perkebunan mencapai 7 persen.

Sara menyebut, penjualan alat berat bisa saja dipengaruhi harga komoditas yang sedang naik termasuk di pertambangan. Tapi, dalam bisnis alat berat imbuh dia, naik turunnya penjualan bisa juga dipengaruhi hal lain.

“Perlu diingat begini. Kalau tahun-tahun kemarin orang sudah cukup banyak belanja untuk alat berat, artinya sebelumnya instal capacity mereka sudah terpenuhi, walaupun sekarang masih belanja bisa jadi untuk mengganti alat yang rusak, tapi mungkin tidak lagi untuk menambah kapasitas,” imbuh Sara.

Karena itu, Sara menegaskan pada tahun ini UNTR tidak terlalu agresif dalam hal penjualan alat berat. “Makanya kami tidak terlalu memproyeksikan yang agresif,” tegas dia.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2023 UNTR mencatatkan penjualan alat berat merek Komatsu sebesar 5.270 unit. Capaian tersebut turun 8 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai 5.753 unit.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin