Uji Biodiesel 20 Persen Alat Berat Dinyatakan Sukses

Biodiesel Swasembada

Jakarta - TAMBANG. Pemerintah mengklaim uji jalan pemanfaatan biodiesel pada kendaraan dan alat besar berkadar 20% (B-20) sudah berhasil. Pasalnya, dalam uji coba tersebut persiapan dan kontrol kualitas biodisel yang digunakan dinilai baik.

"Biodiesel merupakan bahan bakar dengan fitur dan karakteristik yang 'mirip' dengan solar. Bahan bakar B-XX merupakan campuran antara solar dan biodiesel, sehingga properties dan karakteristiknya 'berada di antara' solar dan biodiesel',"kata Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT, Riza, di Jakarta, Selasa (24/02).

Dalam menangani bahan bakar biodiesel dan B-XX, tambah dia, terutama berkaitan dengan sifat pelarut, viskositas, biodegradable, stabilitas oksidasi, dan kompatibilitas material serta kecenderungan terhadap kontaminasi air diperlukan pemahaman yang baik.

"Perlu dipersiapkan standard B-XX, standar bahan bakar (termasuk parameter uji, batasan nilai parameter dan metode uji) memberikan jaminan terhadap tingkat kualitas produk dan perlindungan terhadap pengguna bahan bakar,"jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bioenergi Dadan Kusdiana mengatakan, dengan sudah diketahui hasil dari uji coba yang dilakukan selama ini pihak produsen kendaraan bermotor dapat segera melakukan persiapan terhadap kendaraan dengan mengacu pada rekomendasi yang dihasilkan dari uji jalan ini. "Sementara dari sisi kami juga harus menyusun regulasi terkait penggunaan BBN pada kendaraan bermotor dan alat berat sesuai dengan mandatori BBN,"lanjut dia.

Dadan juga mengatakan pihaknya berharap industri biodiesel dapat segera meningkatkan kapasitas produksinya dan menjamin keberlanjutan pasokan dan kualitas biodiesel untuk memenuhi kebutuhan biodiesel di masa datang. "Meningkatkan sarfas pemanfaatan BBN (fasilitas blending, storage, dan lainnya) serta menjaga harga keekonomian BBN agar dapat bersaing dengan BBM,"pungkasnya.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda