Truk Tanpa Sopir, Komatsu Gandeng Nokia

Truk Tanpa Sopir, Komatsu Gandeng Nokia
Jakarta, TAMBANG – Komatsu America Corp meluncurkan alat berat khusus tambang bernama FrontRunner, dengan teknologi tanpa sopir alias autonomus haulage system (AHS). Teknologi tersebut dikembangkan dengan menggandeng Nokia dalam penggunaan jariang private long-term evolution atau LTE.   “Private LTE adalah elemen kunci dalam arsitektur Nokia Bell Labs Future X untuk membantu industri seperti pertambangan menciptakan jaringan yang cerdas, dinamis, berkinerja tinggi yang meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan efisiensi bisnis,” kata Komatsu Global Officer sekaligus CEO Modular Mining System, Luiz Steinberg melalui siaran resminya yang diterima tambang.co.id, Kamis (24/1).   Menurutnya, produk tersebut diklaim sebagai AHS pertama di industri pertambangan yang diaktifkan melalui jaringan LTE dalam operasi komersial. FrontRunner disebut memiliki keandalan sistem yang tinggi, serta memenuhi standar keselamatan.   Dengan teknologi tanpa sopir, FrontRunner dapat mengurangi paparan pekerja terhadap resiko kecelakaan, mengurangi biaya operasi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi.   Dalam mengembangkan teknologi tersebut, Komatsu dan Nokia menyelesaikan rangkaian program kualifikasi selama setahun di area perbuktian Tucson, Arizona. Mereka melakukan pengujian ekstensif untuk industri pertambangan.   Jaringan private LTE dinilai lebih maju dibandingkan teknologi nirkabel seperti Wi-Fi, yang biasanya digunakan oleh industri tambang dalam kegiatan pemantauan.   “Sebagai pemimpin dalam teknologi pengangkutan otonom, kami berupaya membantu industri memindahkan miliaran ton material dengan teknologi otonom. Kami bersama Nokia memajukan visi, memberikan nilai tambah pada industri pertambangan,” tutur Luiz.   Hal senada disampaikan juga oleh Presiden Nokia Enterprise, Kathrin Buvac. Ia mengatakan, selain di segmen pertwmbangan, Nokia juga bekerjasama dengan Komatsu di sektor ketenagalistrikan.   “Kami sangat senang terlibat dalam pasar otomatisasi pertambangan dengan Komatsu, serta pembangkit tenaga listrik di industri ini,” beber Luiz.   Untuk diketahui, Komatsu telah memelopori teknologi truk tanpa sopir untuk industri pertambangan, dengan penyebaran komersial sejak tahun 2008 lalu. Lokasi pertamanya berada di tambang tembaga Gabriela Mistral (Gaby) CODELCO di Chili.

Artikel Terkait

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Dalam industri pertambangan, istilah tailing atau limbah sisa proses pengolahan mineral sering kali menjadi perhatian serius. Bukan sekadar urusan teknis, pengelolaan tailing kini menyangkut aspek kepercayaan publik, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan. Selama ini, metode Tailing Storage Facility (TSF) atau fasilitas penyimpanan di permukaan menjadi pendekatan yang

By Egenius Soda