Total Akan Bangun Pembangkit Listrik Surya Terbesar

Total Akan Bangun Pembangkit Listrik Surya Terbesar
Foto Istimewa

Jakarta - TAMBANG. PT Total E&P Indonesie akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar di Indonesia. Tiga pembangkit sekaligus akan dibangun di Kalimantan Timur, dengan kapasitas total 7 Mega Watt peak (MWp).

"Inisiatif ini adalah proyek listrik tenaga surya terbesar di Indonesia saat ini," kata Hardy Pramono, President & General Manager Total E&P Indonesie, di Jakarta, Kamis (26/02).

Untuk proyek energi terbarukan itu, Total menggandeng rekanan produsen listrik independen bernama PT Akuo Energy Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak Front End Engineering Design (FEED).

"Kontrak dengan Akuo Energy merupakan batu penjuru penting dalam strategi TEPI untuk mengembangkan sejumlah proyek energi terbarukan di Indonesia," ujar Hardy lagi.

Dari ketiga pembangkit yang akan dibangun, salah satunya akan menghasilkan 4 MW listrik pada saat puncak. Sehingga, akan menjadi PLTS terbesar di Indonesia.

PLTS 4 MWp tersebut berlokasi di dalam terminal migas Senipah, yang dioperasikan oleh Total. Pemasangan panel surya photovoltaic akan dilakukan di atas lahan (ground mounted) yang tidak mengganggu aktivitas pengolahan migas di situ.

Kapasitas pembangkit listrik surya itu nantinya akan mengimbangi generator yang saat ini dipakai untuk mengoperasikan fasilitas pengolahan migas itu. Besaran energi listriknya kira-kira setara dengan konsumsi listrik 2.700 rumah tangga.

Pembangkit kedua akan dibangun di kompleks perkantoran Total di Kota Balikpapan, dengan kapasitas 2 MWp. Berbeda dengan sebelumnya, panel surya di sini akan diletakkan di atap gedung.

Selain itu, Total juga akan memasang panel surya di atas atap area parkir perkantoran tersebut . Sehingga, proyek PLTS di Kota Balikpapan itu akan mampu menghasilkan tenaga listrik yang setara dengan konsumsi 1.200 rumah tangga.

Terakhir, PLTS milik Total akan dibangun di Handil Base. Markas Total untuk penggarapan Blok Mahakam itu akan memiliki pembangkit dengan kapasitas 0,8 MWp, sehingga 14,5% kebutuhan listriknya bisa terpenuhi dari sumber enregi baru terbarukan.

"Kontrak dengan Akuo Energy merupakan batu penjuru penting dalam strategi TEPI untuk mengembangkan sejumlah proyek energi terbarukan di Indonesia," kata Hardy.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin