Tiga Perusahaan Tambang Terkena Suspensi

Tiga Perusahaan Tambang Terkena Suspensi
ilustrasi
Jakarta – TAMBANG. Tiga perusahaan batu bara terkena penghentian perdagangan saham (suspensi) pada hari ini, kamis (30/7). Suspensi tersebut diberikan karena perseroan belum melakukan kewajibannya untuk menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 maret 2015 dan/atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut.   Pertama adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) yang disuspen karena belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2015 dan belum melakukan pembayaran denda. “Suspensi BORN dilakukan di pasar regular dan pasar tunai sejak tanggal 30 Juni 2015,” ujar Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (30/7).   Kedua adalah PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) degan masalah yang sama, yaitu karena belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2015 dan belum melakukan pembayaran denda. Suspensi BRAU di lakukan di seluruh pasar sejak tanggal 4 Mei 2015.   Ketiga PT Permata Prima Sakti (TKGA) tetap dengan masalah belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 maret 2015 dan belum melakukan pembayaran denda. Suspensi TKGA  di lakukan di pasar regular dan pasar tunai sejak tanggal 30 Juni 2015.   Sedangkan dua perusahaan lain di luar sektor tamang yang terkena suspensi adalah PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dan PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW). Inovisi disuspensi di seluruh pasar sejak 13 Februari 2015 yang lalu dengan masalah belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2015 dan belum melakukan pembayaran denda. Untuk Grahamas suspensi dikenakankarena belum melakukan pembayaran denda.    

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda