Sugeng Mujianto, Sosok Baru Pengisi Kursi Direktur Mineral KESDM

Sugeng Mujianto, Sosok Baru Pengisi Kursi Direktur Mineral KESDM

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik sebanyak 31 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II). Salah satunya Sugeng Mujianto, yang ditunjuk menjadi Direktur Pembinaan Dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Sugeng merupakan Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan di Sekretariat Dewan Energi Nasional (DEN). Ia tercatat sebagai salah satu penggagas aplikasi yang dikembangkan DEN selama setahun belakangan, yaitu aplikasi Sistem Perencanaan dan Pemantauan Energi Nasional dan Daerah (SPEND).

Aplikasi yang saat ini sedang dalam tahap pematangan itu, digagas untuk mendukung sinkronisasi agregasi rencana umum energi di tingkat daerah dan pusat. Dalam prosesnya, aplikasi dibangun oleh DEN atas kerjasama dengan Indonesia Clean Energy Development United States Agency for International Development (ICED USAID), Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE), dan penyedia teknologi WeSolve.

Secara latar belakang pendidikan, Sugeng meraih gelar Sarjana Geologi di Institut Teknologi Bandung. Kemudian melanjutkan Master of Science in Engineering di Queens University, Kanada. Ia juga memperoleh gelar Master Teknik Lingkungan di University of New South Wales.

Sugeng mengisi posisi yang sebelumnya dijabat oleh Yunus Saefulhak. Keduanya saling bertukar posisi. Saat ini Yunus menjabat sebagai Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan di Sekretariat DEN.

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin