Skema Power Wheeling di RUU EBET Tak Rugikan PLN, Benarkah?

Listrik Bahlil
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Harris menyebut skema Power Wheeling di Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) dinilai lebih soft dan tak merugikan PLN.

“Konsep (Power Wheeling) yang sekarang dibangun lebih soft sama dengan ketentuan yang ada sekarang ini bahwa pemanfaatan jaringan dari PLN bisa dipakai oleh perusahaan yang memang sudah punya izin usaha untuk jualan listrik. Bukan sembarang produsen EBT bisa jualan, enggak,” ungkap Harris usai menghadiri Energy Week, di Jakarta, Rabu (28/8).

Harris menjelaskan bahwa skema Power Wheeling bukan berarti perusahaan listrik swasta bisa langsung menjual ke konsumen. Alur jual beli listrik tetap masih di bawah kendali PLN.

“Power wheeling itu sebenarnya secara prinsip bukan seperti dulu yang dikhawatirkan itu, bahwa nanti ada orang bisa dengan swasta bisa jualan ke konsumen, enggak kaya begitu,” ungkap dia.

“Ketentuan itu mengamanatkan bahwa pln itu secara uu memang diserahi tugas untuk menyediakan listrik secara nasional. Tetapi, tidak menutup kemungkinan ada privat atau pihak lain yang mau menyediakan, itu ada mekanisme yang dibuka untuk melakukan atau mendapatkan wilayah usaha sendiri. Itu ada prosesnya,” ucap Harris.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menyebut skema Power Wheeling dapat memicu liberalisasi sektor ketenagalistrikan.

“Kenapa saya sebut liberal karena PLN tidak bisa lagi monopoli, karena pembangkit listrik bisa menjual langsung ke pelanggannya, tarifnya kan tergantung mereka, gak tergantung negara,” ujar Mulyanto dalam Diskusi Publik bertema Menyoal Penerapan Skema Power Wheeling dalam RUU EBET, di Jakarta, Kamis (1/8).

Mulyanto menjelaskan, secara teknis skema Power Wheeling memang fokus pada pemanfaatan jaringan listrik dari pihak ketiga. Namun hal inilah yang justru bisa memicu Independent Power Producer (IPP) bisa langsung menjual listriknya ke konsumen tanpa lewat PLN.

“Jangan terkecoh dengan istilah teknis Power Wheeling. Kalau istilah teknisnya adalah menggunakan jaringan atau nyewa jaringan dari pihak ketiga. Di luar negeri memang begitu, kalau perusahaan di sana kan liberal, bebas,” ucap Mulyanto.

Power Wheeling di RUU EBET Picu Liberalisasi Sektor Ketenagalistrikan

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda