Serangan Misil AS Ke Suriah Cemaskan Pasar Asia dan Eropa

Serangan Misil AS Ke Suriah Cemaskan Pasar Asia dan Eropa
Jakarta, TAMBANG – Pasar Asia bereaksi cemas setelah mendapatkan kabar adanya serangan misil Amerika Serikat (AS) ke Suriah. Kabar itu, membuat pelaku pasar khawatir sehingga membuat aksi beli kembali tertahan.   Binaartha Institutional Research pada Selasa (17/4) menganalisis, Nikkei menguat meski diimbangi oleh pelemahan saham-saham perbankan dan perusahaan efek. Kospi kembali menguat meski sempat melemah, dengan dukungan saham-saham elektronik. ASX menguat dengan dukungan saham-saham energi dan utilitas.   Sementara itu, sejumlah indeks saham China cenderung melemah dengan tekanan pada saham-saham keuangan dan teknologi.   Sementara di zona Eropa, kabar serangan AS dibarengi kondisi politik di beberapa kawasan, memberikan sentimen negatif pada laju bursa saham Eropa. Akibatnya laju sejumlah indeks saham Eropa berbalik melemah. Indeks Pan European Stoxx600 melemah 0,39 persen dengan tekanan mayoritas saham, terutama saham-saham _food and beverage_ yang memimpin pelemahan.   Aksi jual terjadi seiring kekecewaan pelaku pasar atas aksi yang dilakukan oleh Tim Gabungan antara AS, Inggris, dan Perancis yang meluncurkan sejumlah rudal ke Suriah.   Berbalik dengan kondisi di pasar AS, pasca serangan AS yang dinilai meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, memunculkan sentimen positif pada sejumlah indeks saham AS yang mampu bergerak naik.   Penguatan ini terutama didorong, oleh Pernyataan Menteri Pertahanan AS, James Mattis, dimana penyerangan _one time shot_ hanya ditujukan untuk melumpuhkan senjata kimia Suriah dan tidak untuk menciptakan perang dengan Suriah. Di sisi lain, adanya rilis kinerja dari Bank of America yang di atas estimasi turut menambah sentimen positif.   Sementara itu, untuk forex, pergerakan laju USD berbalik melemah, seiring harapan pelaku pasar terhadap tidak akan berkembangnya ancaman perang global pasca penyerangan AS dan sekutunya ke Suriah. Bahkan adanya rilis kenaikan _store sales_ AS gagal mengangkat laju USD.   Di sisi lain, laju Rupiah kembali melemah meski dibarengi juga dengan pelemahan USD. Bahkan adanya sejumlah sentimen positif a.l tercatat surplusnya neraca perdagangan Indonesia senilai USD 1,09 miliar; turunnya defisit anggaran APBN ke level 0,58 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 0,76 persen terhadap PDB 2017; hingga adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1-18 oleh Menkeu tidak juga mampu membuat laju Rupiah kembali menguat.   Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, dimana meski terdapat sejumlah sentimen positif namun, tampaknya belum sepenuhnya terserap oleh Rupiah yang kembali berbalik melemah.   Sementara itu, laju USD kembali mengalami pelemahan oleh sentimen internalnya. Tetap cermati dan waspada terhadap sentimen yang membuat laju Rupiah kembali mengalami pelemahan. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support *13783* dan resisten *13763*.

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin