Sepuluh Miliar Dianggarkan Untuk Lampu Jalan Tenaga Surya di Sumba

Sumba – TAMBANG. Pulau Sumba telah didapuk sebagai pionir yang mengandalkan seluruh kebutuhan energinya dari sumber energi terbarukan, melalui program Sumba Iconic Island. Karenanya, penerangan jalam umum pada saat petang pun memanfaatkan energi sinar matahari yang disimpan selama siang hari.   “Penerangan jalan umum cerdas off-grid (di luar jaringan) dengan menggunakan lampu LED merupakan bagian dari proyek percontohan konservasi energi, sekaligus sebagai satu kesatuan dari program Sumba Iconic island,” demikian lansir Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, dalam situs resminya, Jumat (4/9).   Sebanyak 480 penerangan jalan umum cerdas akan disebar di empat area di pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mencakup Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Alokasi dana anggaran yang terpakai adalah sebesar Rp10 miliar.   Dalam pengawasan pekerjaan penerangan jalan umum cerdas itu, Pemerintah Daerah Sumba diharapkan dapat menunjuk penanggung jawab.   Berbagai sumber energi terbarukan dipilih sebagai sumber energi utama dan satu-satunya di Pulau Sumba dalam program Sumba Iconic Island.   “Cara ini ditempuh mengingat rasio elektrifikasi di Indonesia pada tahun 2014 masih 84,35%. Berarti masih ada 15,65% penduduk yang belum menikmati listrik,” ungkap laporan tersebut.

Artikel Terkait

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Tuban, TAMBANG – Kolaborasi PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan SMK Negeri 3 Tuban tidak hanya melahirkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah gerobak sampah bertenaga listrik yang dikembangkan bersama sebagai bagian dari program PAMA Safe School. Peluncuran gerobak sampah listrik dilakukan bersamaan dengan

By Rian Wahyuddin