Sentuh Level Rp14.000, Rupiah Datar

Sentuh Level Rp14.000, Rupiah Datar
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Laju Rupiah di akhir pekan cenderung mendatar pasca mengalami kenaikan mendekati level psikologis Rp 14 ribu. Kini, Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.942 dan resisten Rp13.929.   Binaartha Institutional Research pada Senin (7/5) melansir, pergerakan USD masih cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya meski data ketenagakerjaan AS di bulan April di bawah estimasi. Perekonomian AS menambahkan lapangan pekerjaan lebih rendah dari yang diharapkan dan meskipun tingkat pengangguran turun mendekati level terendah sebesar 3,9 persen.   Di sisi lain, sikap BI yang merasa masih aman dengan adanya pelemahan nilai tukar Rupiah tidak mendapat tanggapan positif dari pelaku pasar.   Pergerakan Rupiah masih dalam tren pelemahannya seiring masih adanya potensi kenaikan USD dimana sentimen dari dalam negeri masih minim untuk mengangkat Rupiah.   Bahkan pemberitaan positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memastikan permodalan 15 bank sistemik sesuai amanat Undang-undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK) dalam kondisi aman tidak juga digubris pelaku pasar.   Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda dan sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap Rupiah sehingga pelemahannya dapat lebih tertahan.   Binaartha Kalender 7 Mei 2018 CARS, RUPST 09.00 WIB. Ruang Seminar 1 – Lantai 1 PT Bursa Efek Indonesia.   HDFA, RUPST & RUPSLB 10.00 WIB. Hotel Mercure Jalan R.A.Kartini No. 18, Jakarta Selatan.   MAPI, RUPST & RUPSLB 13.00 WIB. Ballroom B, Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Jl. Jend. Sudirman.   PANR, RUPST & RUPSL 09.30 WIB. Ruang Truly Care, Gedung Panorama.   PRDA, RUPST 10.00 WIB. Kantor Pusat PT Prodia Widyahusada Tbk Prodia Tower.   SRSN, RUPST 14.00 WIB. Ruang Seminar  PT. Bursa Efek Indonesia.   HMSP, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 107,- per saham.   IMPC, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 8,- per saham.   LPPF, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 458,- per saham.   MLPT, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi  Rp 30,- per saham.   RAJA, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi  Rp 5,- per saham.   TBIG, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi.   TLKM, Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi  Rp 168,- per saham.   INDY, Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi USD 0.007677 ,- per saham.   MKPI, Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 369,- per saham.   PTPP, Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 47,- per saham.   SSMS, Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi Rp 25,- per saham. BNGA, Cum dividen di Pasar Tunai dan recording date Rp 24,- per saham.   WIKA, Cum dividen di Pasar Tunai dan recording date Rp 27,- per saham.   FASW, Cum dividen di Pasar Tunai dan recording date Rp 62,- per saham.   GMTD, Pembagian dividen Rp 16,- per saham.   TELE, Pembagian dividen Rp 5,- per saham.  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda