Rupiah Turun Lagi, Rp14.215 per USD

Rupiah Turun Lagi, Rp14.215 per USD
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Pergerakan Rupiah kembali melemah seiring dengan terapresiasinya USD. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp14.215 dan resisten Rp14.120 per USD.   Binaartha Institutional Research pada Kamis (24/5) melansir, meningkatnya laju nilai tukar USD terjadi, setelah adanya rilis data ekonomi Zona Eropa yang mengindikasikan melambatnya aktivitas bisnis di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, melemahnya laju EUR juga terjadi setelah merespon negatif kondisi politik di Italia.   Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen yang secara positif signifikan mampu mengangkat Rupiah. Adanya pernyataan menenangkan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim RI Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sudah menyentuh Rp 14.200 per USD tak perlu dikhawatirkan kurang cukup menahan pelemahan yang terjadi.   Pergerakan Rupiah yang kembali tertahan, perlu diwaspadai seiring dengan kembali terapresiasinya laju USD. Meski kondisi dari dalam negeri dapat dianggap masih cukup baik, nyatanya tidak cukup untuk menahan pelemahan Rupiah. Pergerakan varaitif pun dimungkinkan kembali terjadi.   Pergerakan Pasar Bursa Pasca bergerak variatif naik, laju bursa saham Asia cenderung berbalik melemah setelah pelaku pasar merespon komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait proses negosiasi perdagangan AS dan China, dimana disampaikan ketidakpuasannya dengan kesepakatan yang ada. Imbasnya membuat laju USD melemah di perdagangan valas Asia.   Di sisi lain, pelemahan USD tersebut membuat nilai tukar JPY terapresiasi namun, membuat laju Nikkei melemah. Adapun Kospi mampu menguat dengan dukungan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Sejumlah indeks saham China melemah dengan tekanan pada saham-saham pertambangan. Begitupun dengan indeks ASX yang melemah dengan tekanan pada saham-saham energi.   Untuk zona Eropa, aksi jual kembali terjadi, sehingga membuat laju bursa saham Eropa berbalik melemah. Kembali munculnya ketidakpastian kondisi politik di Italia yang dibarengi dengan imbas ketidakpuasan Presiden Trump terhadap kesepakatan negosiasi perdagangan AS dan China. Indeks pan-European Stoxx600 berbalik melemah dengan penurunan 1,1 persen dengan pelemahan pada mayoritas sektor.   Munculnya gerakan anti pemerintah di Italia memberikan sentimen negatif pada mayoritas bursa saham di Zona Eropa.   Sementara itu di bursa AS, pasca melemah seiring dengan respon negatif pelaku pasar terhadap adanya komentar dari Presiden Trump, yang bersikap tidak puas dengan kesepakatan perdagangan antara AS dan China, laju bursa saham AS mampu berbalik naik meski tipis.   Kenaikan ini seiring adanya komentar dari The Fed yang membiarkan inflasi bergerak di atas target untuk sementara waktu. Adapun kenaikan sejumlah indeks saham AS ditopang oleh beberapa emiten a.l McDonald dan Boeing serta emiten-emiten teknologi a.l Amazon, Apple, dan Facebook.  

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin