Rupiah Tembus Rp14.024 per Dollar AS 

Rupiah Tembus Rp14.024 per Dollar AS 
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG -Pergerakan Rupiah terus melemah awal pekan ini, tertekan di bawah dollar Amerika Serikat (USD) yang cenderung menguat. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp14.025 dan resisten RP13.987 terhadap dollar AS   Binaartha Institutional Research, pada Selasa (8/5), melansir, adanya rilis Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret 2018, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 2,5% (yoy), meningkat dari 1,5% (yoy) pada bulan sebelumnya. Serta rilis Ekonomi Indonesia di Q1-18 terhadap Q1-17 tumbuh 5,06 persen (YoY) yang meningkat dibanding pencapaian Q1-17 sebesar 5,01 persen, tidak cukup kuat mengangkat Rupiah.   Pergerakan USD masih cenderung menguat meski dirilis penambahan kinerja yang di bawah estimasi sebelumnya. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan adanya peningkatan inflasi pada ekonomi AS. Bertambahnya lapangan pekerjaan (meski di bawah estimasi) diperkirakan akan mendorong peningkatan sehingga inflasi dapat terjadi.   Di sisi lain, perkiraan akan meningkatnya inflasi tentunya akan mendorong The Fed menaikan tingkat suku bunganya.   Masih adanya kekhawatiran akan peningkatan inflasi telah mendorong perkiraan akan kenaikan tingkat suku bunga The Fed yang mana akan berimbas pada terapresiasinya USD. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri dianggap belum cukup kuat signidfikan untuk mengangkat Rupiah.   Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda dan sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap Rupiah, sehingga pelemahannya dapat lebih tertahan..      

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin