Rupiah Masih Tertahan di Level Rp14.000

Rupiah Masih Tertahan di Level Rp14.000
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Rupiah masih tertahan di level Rp14.000 per dollar AS (USD). Meski belum keluar dari level psikologisnya, namun Rupiah menunjukkan sinyal positif untuk tidak melemah.   Binaartha Institutional Research, pada Jumat (18/5), merilis, antisipasi terhadap rilis RDG Bank Indonesia terkait jadi tidaknya perubahan suku bunga, dimana mayoritas pelaku pasar menginginkan adanya kenaikan suku bunga untuk meredam gejolak maupun pelemahan nilai tukar Rupiah, mampu memberikan sentimen positif pada Rupiah.   Adanya pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, dimana ke depan harus mewaspadai tantangan ekonomi global, meskipun keadaan ekonomi global saat ini tengah membaik, cukup direspon positif.   Akhirnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate berada di level 4,50 persen. Tentunya ini akan memberikan dampak positif, meski hanya sesaat, terhadap nilai tukar Rupiah sehingga diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya.   Adanya rilis Kementerian Keuangan yang mencatat jumlah utang Indonesia sampai dengan April 2018 mencapai Rp4.180 triliun atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi bulan Maret yang sebesar Rp4.136 triliun dapat menjadi penghalang kenaikan tersebut, namun terimbangi oleh rilis penerimaan pajak hingga akhir April 2018 telah mencapai Rp383,1 triliun atau lebih baik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp345,6 triliun.   Untuk itu, tetap mewaspada berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah, terutama dari masih menguatnya laju USD terhadap pergerakan sejumlah mata uang lainnya seiring kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp14.055 dan resisten Rp14.039.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda