Rotasi, Kursi Direktur Panas Bumi Bergeser

Rotasi, Kursi Direktur Panas Bumi Bergeser
Yunus Saefulhak (batik kuning, red) bergeser posisi dari Direktur Panas Bumi DItjen EBTKE ke posisi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
Jakarta, TAMBANG – Yunus Saefulhak, bergeser posisi dari Direktur Panas Bumi, Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM ke posisi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, di Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin (9/1).   Pergeseran Yunus dilakukan bersama dengan rotasi 22 pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan rotasi kali ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi masing-masing personal.   “Program tidak ada hubungan keluarga dalam satu eselon merupakan program lama, setiap unit kerja kalau masih saudara, suami istri, akan dipindah ke unit lain biar kinerjanya bertambah dan karirnya berkembang, juga tidak ada conflict of interest,” kata Jonan dalam keterangan resminya.   Posisi Yunus pun digantikan oleh Ida Nuryatin Finaha yang sebelumya menjabat Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE. Sebanyak 22 pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM yang terdiri dari 4 pejabat pimpinan tinggi pratama, 18 pejabat administrasi di lingkungan Kementerian ESDM.   Jonan juga menegaskan kembali reformasi di Kementerian ESDM melalui pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) pada Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM (Balitbang) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM). Menteri Jonan juga menitipkan harapan kepada pimpinan BLU agar dapat berkembang maksimal.   “Saya memilih 2 orang eselon 2 yang menurut saya terbaik yang bisa saya harapkan untuk mendukung Lemigas dan P3TEK (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi) lebih maju,” ungkap Jonan.  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda