Rio Tinto Selesaikan Royalti Penjualan Aset Di Tambang Cortez

Rio Tinto Selesaikan Royalti Penjualan Aset Di Tambang Cortez

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang asal Australia Rio Tinto dalam rilisnya mengumumkan penyelesaian royalti penjualan atas suatu area yang menjadi bagian dari area operasional tambang Cortez dan proyek pengembangan Fourmile di Nevada (“Cortez Complex”). Ini dilakukan kepada RG Royalties LLC, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki langsung oleh Royal Gold Inc. dengan nilai $ 525 juta secara tunai.

Royalti Cortez adalah royalti produksi kotor 1,2 % 1 atas tambang emas Cortez yang dioperasikan oleh Nevada Gold Mines, sebuah usaha patungan antara Barrick Gold Corporation (“Barrick”) dan Newmont Corporation. Juga proyek Fourmile yang 100% dimiliki dan dioperasikan oleh Barrick.

Rio Tinto memperoleh royalti sebagai sebagian pertimbangan untuk penjualan 40% kepemilikannya di Kompleks Cortez kepada Barrick pada tahun 2008. Pembayaran royalti dimulai setelah Kompleks Cortez telah menghasilkan total 15 juta ons emas sejak tahun 2008. Hal ini diperkirakan akan terjadi segera. “Transaksi ini membuka nilai tersembunyi dari portofolio kami dan segera mengeluarkan uang tunai.”ungkap Chief Financial Officer Rio Tinto Peter Cunningham.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda