Rio Tinto Kembali Kirim Bijih Besi Ke Tiongkok

Rio Tinto Kembali Kirim Bijih Besi Ke Tiongkok
LaMer Fiji

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang multinasional, Rio Tinto secara resmi mengirim 4 miliar ton bijih besi dari Pilbara, Australia Barat ke Tiongkok. Bijih besi dimuat di pelabuhan Dampier pada 19 Juli dan dikirim ke China Baowu Steel Group, salah satu produsen baja terbesar dunia. Ini merupakan pengiriman terbaru setelah setelah pengiriman pertama pada 51 tahun lalu. Ketika itu dikirim hampir 22.000 ton bijih besi Pilbara dari Pelabuhan Dampier ke Pabrik Baja No.1 Shanghai di Tiongkok. Ini yang kemudian menjadi bagian dari China Baowu.

Selama lebih dari setengah abad, Tiongkok telah berkembang menjadi pelanggan terbesar Rio Tinto dengan sekitar 250 juta ton bijih besi dikirimkan setiap tahunnya. Empat miliar ton bijih besi cukup untuk memproduksi baja yang dibutuhkan untuk sekitar 45.000 di Pelabuhan Sydney.

Rio Tinto bermitra dengan Tiongkok untuk investasi pertama negara tersebut dalam proyek pertambangan asing dan investasi asing terbesar pada saat itu. Kemitraan ini dikukuhkan dengan membentuk usaha patungan Channar pada tahun 1987. Usaha patungan di Australia Barat tersebut meletakkan dasar bagi banyak proyek berikutnya yang selama beberapa dekade menghasilkan pertumbuhan dan kemakmuran bersama antara Rio Tinto, Tiongkok, dan Australia.

Salah satu kemitraan terbaru adalah Western Range yang merupakan tambang terbaru milik Rio Tinto. Kemitraan dilakukan antara Rio Tinto dengan China Baowu. Produksi dari tambang tersebut diharapkan akan dimulai pada tahun 2025 dengan kapasitas tahunan sebesar 25 juta ton bijih besi.

Kepala eksekutif Rio Tinto Iron Ore, Simon Trott menjelaskan Tiongkok telah menjadi mitra penting bagi Rio Tinto dan industri pertambangan Australia selama lebih dari lima dekade. “Permintaan Tiongkok yang tinggi terhadap mineral berkualitas tinggi seperti bijih besi telah menghasilkan peluang besar bagi investasi dan perdagangan antara kedua negara,”tandas Simon.

Simon menambahkan, “Setiap kali saya mengunjungi Tiongkok dan melihat gedung pencakar langit, kereta api berkecepatan tinggi, dan semua infrastruktur yang telah membantu meningkatkan kehidupan 1,4 miliar orang, saya bangga karena berpikir bahwa sebagian besar dari apa yang saya lihat mengandung baja yang dibuat dengan bahan-bahan kimia. Bijih besi Rio Tinto. Kami berharap dapat melanjutkan hubungan kami dengan Tiongkok di masa depan seiring kami terus memperdalam kemitraan strategis kami.”

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda