Rekomendasi Ekspor Ceria dan Dinamika Terancam Dicabut

Rekomendasi Ekspor Ceria dan Dinamika Terancam Dicabut
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Susigit
Jakarta, TAMBANG –Dua perusahaan pemurnian Nikel dan Bauksit terancam dicabut ijin rekomendasi ekspor, bila pada Januari ini tidak berhasil mencapai target perencanaan enam bulan pertama. Keduanya yaitu PT. Ceria Nugraha Indotama dan PT. Dinamika Sejahtera Mining.   Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Ditjen Minerba ESDM,  Bambang Susigit, mengatakan, bulan Januari ini menjadi target bagi kedua perusahaan tersebut untuk menunjukkan perkembangan kemajuannya. “Kita akan lihat apakah sudah sesuai dengan perencanaan awal. Kalau belum maka ijin ekspor mereka akan dicabut,” kata Bambang Susigit kepada Tambang, Jumat (19/1).   Sebelumnya diketahui, PT. Ceria Nugraha Indotama yang mengantungi IUP Operasi Produksi Khususdan mendapat rekomendasi ekspor pada 4 Jui 2017 lalu,  memiliki  kapasitas pemurnian 4.9 juta ton dalam keterangan resmi Kementerian ESDM pada Desember 2017 lalu baru hanya menunjukkan kemajuan konstruksi 0,03 persen. Sementara sudah melakukan ekspor sebesar 222.634 ton selama 2017.   Begitu juga dengan PT. Dinamika Sejahtera Mining yang mengantongi rekomendasi ekspor pada 4 Juli 2017,  memiliki kapasitas pemurnian bauksit 5.2 juta ton, dikabarkan baru tahapan awal konstruksi. Namun sudah melakukan ekspor 430.942 ton.   “Kita akan lihat capaiannya, kalau tidak mencapai ya dicabut rekomendasi ekspornya. Dan mereka silahkan untuk mengajukan kembali  perijinan. Tapi kami sudah memiliki sistem untuk mereview dan menelaah permohonan perijinan,” tuturnya.   Bambang menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 dan turunannya, kesempatan untuk melakukan ekspor konsentrat, bijih nikel kadar rendah, maupun bauksit yang telah dicuci dalam jumlah terbatas, hanya diberikan kepada IUPK atau IUP OP yang telah atau sedang membangun fasilitas pemurnian, baik sendiri ataupun kerjasama.   “Progress pembangunan fasilitas pemurnian akan terus diawasi dengan keteat oleh verifikator independen secara berkala setiap enam bulan. Kemajuan fisik harus mencapai minimal 90 persen dari rencana kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian. Kalau tidak tercapai, Menteri ESDM menerbitkan rekomendasi untu mencabut persetujuan ekspor yang telah diberikan,” pungkasnya.  

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda