Ramaikan Mining Indonesia 2024, MAGNET Tawarkan Solusi Konektivitas Untuk Area Tambang

Ramaikan Mining Indonesia 2024, MAGNET Tawarkan Solusi Konektivitas Untuk Area Tambang
PT Mitra Akses Globalindo (MAGNET) saat memaparkan materi pada salah satu seminar di Mining Indonesia 2024, Kamis (12/9). (Dok. TAMBANG / Egen)

Jakarta, TAMBANG – Penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) di Indonesia, PT Mitra Akses Globalindo atau MAGNET, menawarkan solusi konektivitas untuk mendukung industri pertambangan dalam gelaran Mining Indonesia 2024.

Perusahaan pertambangan di Indonesia ramai-ramai melakukan digitalisasi yang membawa transformasi besar dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan operasional. Meski begitu, perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi terpencil mesti berhadapan dengan permasalahan lain seperti konektivitas jaringan internet.

Vice President Corporate Strategy MAGNET, Lathiful Amri, menjelaskan bahwa perusahaannya menghadirkan produk Prismax yang mampu berkontribusi terhadap kelancaran koneksi internet of things (IoT) di area tambang.

“Khususnya di daerah-daerah yang terisolasi dari jaringan, Prismax mampu menjawab tantangan ini sekaligus mendukung operasional yang lebih efisien dan aman,” katanya.

Selain pameran, Mining Indonesia 2024 juga menghadirkan berbagai seminar yang membahas isu terkini termasuk bagaimana meningkatkan produktivitas pertambangan dengan digitalisasi.

Pada salah satu seminar itu, MAGNET sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam konektivitas sejak 2014, mempresentasikan materi berjudul “Innovative IoT and Infrastructure Technologies for Rural Mining Excellence”, Kamis (12/9).

Suasana seminar Mining Talk: Leveraging Technology and Innovation to Achieve Operational Excellence, di Jakarta International Expo, Kamis (12/9). (Dok. MAGNET)

“Materi ini diharapkan dapat memberikan wawasan solusi konektivitas yang mampu menjangkau area blank spot untuk operasional pertambangan,” ucap Lathiful.

PT Mitra Akses Globalindo (MAGNET) sepanjang tahun 2024 terus memperluas basis pengguna dalam mendukung transformasi digital, terutama di area rural atau wilayah dengan kondisi geografis menantang dan terpencil seperti area perkebunan dan pertambangan.

Baca Juga: Dukung Dekarbonisasi, Volvo Luncurkan Truck Listrik Pertama di Mining Indonesia 2024

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin