Rajawali Nusantara Resmikan Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Solok

Solok – TAMBANG. Memanfaatkan aliran sungai yang melintasi Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) membangun Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH Liki yang berkapasitas 7.500 watt itu diresmikan Selasa (25/8), sehingga bisa mendukung beroperasi di perkebunan teh milik PT Mitra Kerinci, anak usaha RNI.   “Dengan listrik di semua areal perkebunan, masyarakat akan semakin antusias bekerja di kebun teh. Sehingga masalah kekurangan tenaga kerja dapat segera teratasi,” ungkap Djoko Retnadi, Direktur SDM dan Aset RNI, dalam keterangan tertulisnya.   Pembangunan PLTMH tersebut dilakukan dengan peralatan swadaya hasil inovasi tim teknik internal perusahaan. Sementara kebutuhan dananya dipenuhi dari anggaran Program Kemitraan Bina Lingkungan milik perusahaan pelat merah tersebut.   Agung Murdanoto, Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha RNI, juga berharap PLTMH ini mampu menjadi solusi bagi masyarakat sekitar yang ada di Solok Selatan. Karena, selama ini kawasan tersebut masih kekurangan pasokan listrik.   “PLTMH ini dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat di Afdeling D (distrik administratif dalam perkebunan) yang mayoritas pemetik teh, mengingat di lokasi ini listrik masih menjadi barang langka,” Agung berujar.   Ia menambahkan bahwa ketersediaan aliran listrik yang memadai di Solok selatan, pergerakan ekonomi akan semakin baik dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Ini menjadi bukti nyata misi perusahaan untuk membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.   Acara peresmian PLTMH Liki memang sengaja diadakan dalam bulan Agustus, dalam rangka peringatan 70 tahun kemerdekaan RI. PT Mitra Kerinci pun menggelar Festival Liki Merdeka untuk memeriahkan peringatan hari bersejarah itu.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin