PTBA mengaku tidak mendalangi kenaikan harga saham

Jakarta – TAMBANG. Peningkatan harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp965 atau 22,12% dari harga penutupan bursa tanggal 17 februari 2016 adalah murni transaksi yang terjadi di pasar. Hal ini merupakan ekspektasi dari investor.   “Murni ekspektasi dari investor terhadap kinerja perseroan,” ujar sekretaris perusahaan Joko Pramono kepada bursa selasa (23/2).   Perseroan, dikatakan Joko mampu meningkatkan produksi dan penjualan serta mempertahankan kinerja positif. Program ini yaitu program efisiensi yang dilakukan oleh perseroan.   Selain itu juga, analisa dari para analis yang merekomendasikan untuk membeli saham perseroan yang dalam posisi “undervalued” saat ini yang tidak menggambarkan kinerja yang telah dicapai oleh Perseroan, dianggap turut menjadi penggerak terjadinya peningkatan harga dan transaksi perseroan.   Sejauh ini, perseroan juga tidak memiliki informasi atau fakta material dan rencana tindakan korporasi lainnya yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal selain yang telah disampaikan perseroan kepada Bursa.   Apabila terdapat rencana korporasi atau informasi/fakta material bagi pemegang saham public, termasuk infromasi mengenai pemegang saham tertentu apabila terjadi perubahan kepemilikan, maka perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi ke publik segera.

Artikel Terkait

The Institution of Engineers Indonesia (PII) Strengthens Cooperation with the Chinese Society of Engineers through Engineering Capacity Building Program in China

The Institution of Engineers Indonesia (PII) Strengthens Cooperation with the Chinese Society of Engineers through Engineering Capacity Building Program in China

Jakarta,TAMBANG,- The Institution of Engineers Indonesia (PII) continues to strengthen its international engagement with the Chinese Society of Engineers (CSE) through its participation in the 2026 Engineering Capacity Building Program (Energy and Power) held in Beihai, Guangxi Province, China. Bringing together engineering professionals from Brunei Darussalam, China, Hong Kong,

By Egenius Soda