PT Timah Gelontorkan Rp 31,79 Miliar untuk Anggaran CSR Sepanjang 2023

Anggaran CSR Timah

Jakarta, TAMBANG – PT Timah Tbk (PT Timah) telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 31,79 miliar untuk program corporate social and responsibility (CSR). PT Timah adalah perusahaan timah milik negara yang berpusat di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah Umar menyebut, program CSR yang dilaksanakan beragam seperti tempat pemancingan dan taman karang, nanas badau, jaminan sosial bagi nelayan, disabilitas dan kelompok rentan.

Dari sektor pendidikan program yang dilaksanakan di antaranya, Timah Mengajar, Pemali Boarding School dan peningkatan kompetensi guru. Selain itu ada program literasi guru dan program ERG tanggap bencana.

“Ada juga program mitigasi perubahan iklim dengan melakukan penanaman mangrove di wilayah operasional perusahaan,” ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/5).

Program CSR lainnya yang dilakukan anggota holding Industri Pertambangan MIND ID yakni perbaikan infrastruktur dan sosial, Oto Sihat dan program menurunkan stunting atau Kemunting.

Dalam sektor pelestarian adat dan budaya, PT Timah juga melakukan peningkatan kapasitas masyarakat adat Lom. Memberikan dukungan dalam kegiatan adat dan istiadat masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Abdullah menegaskan, program CSR merupakan salah satu komitmen PT Timah untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar tambang.

“PT Timah berkomitmen untuk melaksanakan CSR yang berkelanjutan dan melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

Program CSR PT Timah difokuskan ke dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi komunitas bagi masyarakat di wilayah operasional.

Komitmen PT Timah yang konsisten dalam melaksanakan program CSR merupakan upaya perusahaan untuk membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan dan inklusif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di lingkar tambang.

Sebagai informasi, jumlah anggaran untuk program CSR PT Timah pada tahun 2020 mencapai Rp 59,58 miliar. Sedangkan pada tahun 2021 anggarannya mencapai Rp 54,30 miliar.

Dua tahun kemudian anggarannya menurun. Pada tahun 2022 anggaran CSR PT Timah mencapai Rp 33,15 miliar dan tahun 2023 mencapai Rp 31,79 miliar.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda
Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin