Produsen Cat Masih Gunakan Timbal Sebagai Campuran Bahan Baku Cat

Jakarta-TAMBANG. Baru-baru ini, BaliFokus mengumumkan hasil studinya terkait kandungan timbal yang ada pada cat enamel dekoratif. Hasil studi menunjukkan cat yang mengandung timbal masih banyak beredar dipasaran.   “Timbal adalah logam berat yang beracun. Kalau digunakan dalam cat dan cat kemudian mengering atau luntur serta menyatu dengan debu, timbalnya bisa terhirup. Lima puluh persen akan diserap oleh tubuh anak-anak,” kata Surya Anaya, Direktur BaliFokus saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6).   Penasihat Senior dan Supervisor Proyek BaliFokus, Yuyun Ismawati menambahkan jika timbal itu terserap tubuh maka akan menempel selama seumur hidup, dan itu akan memengaruhi kesehatan.   Lembaga riset yang fokus meneliti kandungan racun itu menemukan lebih dari tiga perempat cat yang beredar mengandung timbal di atas 600 ppm. Penelitian tersebut melibatkan 63 merek cat yang diambil sempel dari lima kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Denpasar, Depok dan Tangerang yang kemudian diambil samplenya untuk dianalisa kadar timbalnya di laboratorium yang terakreditasi di Eropa.   Yuyun menuturkan, hasil riset itu merupakan hasil kajian kali kedua yang dilakukan BaliFokus. Studi cat ini dilakukan sebagai bagian dari Proyek IPEN untuk Penghapusan Timbal dalam Cat di Asia, yang didanai oleh Uni Eropa sebesar EUR 1,4 juta atau sekitar Rp21 miliar di tujuh negara.   “Sebelumnya pada 2013, kami melakukan studi yang sama,” terangnya.   Dari hasil riset kali kedua timnya itu, BaliFokus memang sudah menemukan perbedaan besaran pemenuan kadar timbal pada cat tersebut. Walaupun sedikit, Yuyun menuturkan, BaliFokus cukup menghargai kesadaran beberapa produsen cat untuk menghapus timbal dalam produk yang mereka keluarkan.   Namun, BaliFokus tidak bisa menjamin bahwa produk yang beredar benar-benar tidak tercampur timbal. Ia menyebut, masih ada berpotensi memberikan dampak kesehatan untuk konsumen dengan penggunaan kadar timbal yang tinggi.   Menurut Yuyun, pihak pemerintah sebenarnya sadar akan bahaya paparan timbal dari cat terhadap anak-anak dan perekonomian negara.   “Kita perlu mendorong peraturan ini segera diberlakukan wajib atau mandatory,” lanjut Yuyun.   Bersamaan, Sonia Buftheim, peneliti BaliFokus berpendapat bahwa tidak ada batas aman untuk timbal. Adanya timbal pada cat memang tidak bisa dihindari karena reaksi kimia selama pembuatan cat tersebut. Namun demikian, jumlah timbal pada cat seharusnya tidak besar.   “WHO menetapkan kandungan timbal maksimum 90 ppm karena tanpa penambahan untuk cat atau pengering, kadar timbal pada cat tidak lebih dari 90 ppm,” jelas Sonia.   Ia melanjutkan, konsentrasi timbal paling berbahaya ditemui dalam warna terang, seperti kuning, oranye, merah, dan hijau.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda