Rencana pemangkasan produksi batu bara dinilai berpotensi mengganggu keandalan pasokan listrik nasional. Pelaku usaha pembangkit listrik swasta mengaku sudah merasakan dampak keterbatasan suplai sejak tahun lalu, bahkan kondisinya kini disebut semakin kritis.
Jakarta, TAMBANG — Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) ambil bagian dalam Jambore Potensi SAR Nasional 2026 yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) pada 13–15 Februari 2026 di kawasan Green Belt, PIK 2, Tangerang, Banten. Kegiatan berskala nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat
Perusahaan tambang nikel terintegrasi, Ceria Corp mendukung percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih di wilayah lingkar tambang Ceria di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berpotensi membatasi produksi batu bara, memicu kekhawatiran pelaku industri. Produksi batu bara tahun ini diproyeksikan hanya berkisar 600 juta ton.