Produksi Nikel Vale Tahun 2015 81.177 metric ton

Smelter 2 Vale Jakarta – TAMBANG. PT Vale Indonesia Tbk (IDX : INCO) mencatat volume produksi tahunan tertinggi dalam sejarahnya di tahun 2015. Volume produksi tersebut sebesar 81.177 metrik ton (t).   “Kami bangga dan bersyukur dengan prestasi ini. Hal ini jelas merupakan hasil dari kerja keras dan tekad seluruh karyawan di Perseroan,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur PT Vale dalam keterbukaannya kepada bursa kamis (18/2).   Produksi ini sekitar 3% lebih tinggi dibandingkan volume produksi yang dicapai tahun sebelumnya.   Ikhtisar Produksi.  
  Produksi nikel dalam matte (t) 4T15 3T15 2015 4T14 2014
22.302 22.147 81.177 20.586 78.726
    Volume produksi di triwulan keempat tahun 2015 (4T15) adalah sekitar 8% lebih tinggi dibandingkan volume produksi di 4T14. Hal ini merupakan suatu peningkatan sebesar 1% dari triwulan sebelumnya (3Q15).   Volume produksi di 4T15 tersebut juga merupakan produksi triwulanan tertinggi dalam sejarah PT Vale. Perseroan sendiri menargetkan volume produksi tahunan 2016 tetap sekitar 80.000 t nikel.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin