PLN Teken PPA Pembangkit Energi Terbarukan Sebesar 622 MW

PLN Teken PPA Pembangkit Energi Terbarukan Sebesar 622 MW
Jakarta-TAMBANG. PT PLN (Persero) menyepakati komitmen pembelian tenaga listrik dari pembangkit jenis Energi Baru dan Terbarukan/EBT dengan sejumlah perusahaan Independent Power Producer/IPP pada ajang Energi Baru dan Terbarukan Conference Expo (EBT Conex) di Jakarta Convention Center, Rabu (19/8).   “Kapasitas total yang disepakati mencapai sebesar 622 Mega Watt (MW). Hal ini menunjukkan kesungguhan PT PLN (Persero) dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan,” tulis manajemen PLN dalam keterangan persnya. Berikut ini adalah pembangkit EBT yang disepakati pembelian tenaga listriknya:
  1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru kapasitas 510 MW di Sumatera Utara yang dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy,
 
  1. PLTA Hasang kapasitas 3 X 13 MW di Sumatera Utara yang dikembangkan oleh PT Binsar Natorang Energy,
 
  1. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap kapasitas 70 MW di Sulawesi Selatan yang dikembangkan oleh PT UPC,
 
  1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo kapasitas 2 MWp yang dikembangkan oleh PT Brantas Adya Surya Energi,
 
  1. PLTS Sumba Timur kapasitas 1 Mega Watt peak (MWp) di Nusa Tenggara Timur yang dikembangkan oleh PT Buana Energi Surya.
Total biaya investasi untuk kelima proyek tersebut diatas akan mencapai sebesar US$ 1,71 Miliyar. Dengan adanya kesepakatan pada hari ini, maka komitmen tambahan pasokan listrik melalui pembangkit EBT yang sudah tertuang dalam PPA adalah sebesar 5.014 MW. Dengan demikian diharapkan target penambahan pembangkit EBT tahun 2019 sebesar 4.116 MW akan dapat dilampaui.  

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin