PLN Suplai 52 Juta VA untuk Kawasan Astra Modern Land

PLN Suplai 52 Juta VA untuk Kawasan Astra Modern Land
Jakarta, TAMBANG – PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)  penyediaan tenaga listrik premium sebesar 52  juta  volt amphere (VA )untuk mega project Astra Modern Land di kawasan Cakung, Jakarta Timur.   Proyek kawasan township seluas 70 ha yang dinamakan Asya ini, akan mulai digarap tahun 2019. Pengerjaan didahului dengan tiga cluster hunian eksklusif utama yaitu Cluster Semayang, Cluster Matana, Cluster Lake Villa, yang masing-masing terdiri dari 100-200 unit rumah.   Presiden Direktur PT. Astra Modern Land, Wibowo Muljono , menyampaikan apresiasi atas kerja sama PLN. “Ada kesamaan visi dan tujuan antara Astra Modern Land sebagai bisnis properti dan PLN, dimana industri basic needs harus berevolusi. Dan kami salut dengan PLN masa kini,” kata Wibowo dalam keterangan resminya, Kamis (21/3).   Sementara General Manager PLN Disjaya, M. Ikhsan Asa’ad, mengatakan, dengan kerja sama ini, ke depannya rumah-rumah dan apartemen di Asya bisa menerapkan new lifestyle dengan menggunakan alat rumah tangga, seperti kompor listrik dan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien.   Ikhsan mengaku, akan menyiapkan berapapun kebutuhan kelistrikan Astra Modern Land. Dengan demikian, Ikhsan berharap pelanggan yang tinggal di hunian Asya dapat menggunakan energi listrik dengan nyaman.   “PLN bisa siapkan charging station di kawasan ini untuk para pengguna kendaraan listrik. PLN siap mendampingi, apapun dan berapapun kebutuhan kelistrikan Astra Modern Land,” ujar Ikhsan.  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda