PERTAPINDO Tampilkan Kapabilitas Rescue Industri di Jambore Potensi SAR Nasional 2026

PERTAPINDO Tampilkan Kapabilitas Rescue Industri di Jambore Potensi SAR Nasional 2026
Istimewa

Jakarta, TAMBANG — Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) ambil bagian dalam Jambore Potensi SAR Nasional 2026 yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) pada 13–15 Februari 2026 di kawasan Green Belt, PIK 2, Tangerang, Banten.

Kegiatan berskala nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara unsur SAR pemerintah, relawan, dunia industri, serta organisasi profesi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme sumber daya penyelamatan di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, PERTAPINDO menghadirkan pameran teknis peralatan rescue sekaligus berkontribusi sebagai pembicara dalam workshop penguatan kapasitas penyelamatan nasional. Partisipasi ini menjadi wujud komitmen organisasi dalam mendukung sistem tanggap darurat yang terintegrasi dan berbasis kompetensi.

Pameran Peralatan Vehicle Extrication Rescue

Secara khusus, PERTAPINDO menampilkan berbagai peralatan ekstrikasi kendaraan (vehicle extrication tools) yang lazim digunakan dalam operasi penyelamatan kecelakaan lalu lintas maupun insiden industri.

Beberapa teknologi dan praktik modern yang diperkenalkan antara lain Hydraulic rescue tools, Sistem stabilisasi kendaraan, Teknik pemotongan struktur kendaraan modern dam Pendekatan keselamatan rescuer berbasis scientific rescue.

Melalui pameran ini, PERTAPINDO mendorong peningkatan pemahaman peserta terhadap perkembangan metode rescue modern yang kini semakin mengedepankan riset keselamatan kendaraan serta karakteristik material struktur terbaru.

Perwakilan PERTAPINDO, Wiyono Minarno menegaskan pentingnya sinergi multipihak dalam membangun sistem tanggap darurat yang adaptif terhadap risiko yang semakin kompleks.

“Sinergi antara BASARNAS, organisasi profesi, dunia industri, dan komunitas penyelamatan menjadi faktor kunci dalam membangun sistem tanggap darurat nasional yang semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi kompleksitas risiko di masa depan,” ujarnya.

PERTAPINDO juga terus mendorong penguatan kompetensi tenaga penyelamatan melalui sistem sertifikasi nasional. Dalam workshop yang diikuti lebih dari 100 peserta, Suyatno memaparkan materi bertajuk “Layanan Sertifikasi BNSP untuk Tenaga Rescue oleh LSP P3 PERTAPINDO”.

Dalam pemaparannya, Suyatno menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan tenaga rescue memiliki standar kemampuan yang terukur dan diakui secara nasional. Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P3 PERTAPINDO, proses sertifikasi dilaksanakan mengacu pada regulasi dan standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ia memaparkan bahwa skema sertifikasi profesi rescue dirancang sesuai kebutuhan industri, khususnya sektor pertambangan dan energi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Mekanisme uji kompetensi dilakukan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga setiap peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga melalui simulasi dan praktik lapangan," jelasnya.

Keikutsertaan dalam Jambore Potensi SAR Nasional 2026 sekaligus mempertegas positioning PERTAPINDO sebagai Asosiasi profesi rescue industri nasional, Pengembang standar kompetensi rescue, Penyelenggara sertifikasi tenaga rescue berbasis BNSP dan Mitra strategis dalam penguatan kapasitas SAR nasional.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemangku kepentingan, PERTAPINDO berharap standar keselamatan dan kapasitas respon darurat di sektor pertambangan dan energi semakin meningkat, sejalan dengan kebutuhan industri dan tantangan kebencanaan di Indonesia.