Pertamina Bantu Korban Banjir di Kudus, Pekalongan dan Manado

Pertamina Bantu Korban Banjir di Kudus, Pekalongan dan Manado
Operation Manager PGE Area LHD Ahmad Yani, saat memebrikan bantuan untuk korban banjir di Tuminting, Manado (foto: @pertamina)
Semarang, TAMBANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.   Bantuan diserahkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)  berupa kebutuhan pokok pengungsi yaitu berupa sembako yang terdiri dari 1,5 ton beras, 70 dus mie instan, 70 dus air mineral, perlengkapan bagi balita dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.   Penyerahan bantuan ini diserahkan oleh Senior Supervisor CSR & SMEPP MOR IV, Ujang Supriadi pada Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus yang berada di Desa Jati Wetan dan Posko Utama BPBD Kabupaten Pekalongan yang berada di Kecamatan Wiradesa.   Andar Titi Lestari selaku Unit Manager Comm & CSR MOR IV berharap, bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan turut meringankan beban masyarakat yang saat ini berada di posko-posko pengungsian.   “Bantuan yang berikan merupakan bentuk dari tanggung jawab Pertamina kepada lingkungannya, maka sudah seharusnya Pertamina MOR IV berupaya untuk turut meringankan beban warga yang mengalami musibah Banjir di Wilayah Pekalongan dan Kudus,” ungkap Andar, dalam keterangan resminya, Senin (4/2).   Berdasarkan hasil koordinasi antara Pertamina  dan BPBD, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kudus merupakan wilayah paling terdampak dari bencana banjir yang saat ini melanda beberapa daerah di Jawa Tengah. Berdasarkan informasi dari BPBD, pengungsi yang berada di Posko Utama BPBD, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan berjumlah 800 orang dan Posko Utama BPBD Desa Jati Wetan, Kab. Kudus berjumlah 207 orang.   Nidom, selaku salah satu petugas BPBD yang saat ini bertugas di Posko Utama Wiradesa, Kab. Pekalongan mengungkapkan hingga saat ini, masih banyak pengungsi yang memutuskan untuk bertahan di posko-posko pengungsian, hal tersebut dilakukan karena kondisi banjir yang hingga sampai saat ini belum surut.   “Khusus wilayah (Pekalongan) selatan sudah mulai surut, namun untuk wilayah (Pekalongan) utara, banjir masih terhitung tinggi. Jumlah pengungsi di posko utama mencapai 700 orang jiwa dan banyak pula pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian,” terang Nidom.   Andar menjelaskan bahwa bantuan sosial ini adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan merupakan bentuk komitmen Pertamina terhadap masyarakat.   “TJSL dilaksanakan dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan CSR yang meliputi berbagai bidang yaitu kesehatan, pendidikan, infrastruktur, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, manajemen bencana, maupun bantuan khusus. merupakan komitmen Pertamina dalam pelaksanaan” ujar Andar.   Sementara itu, di Manado yang juga mengalami musibah banjir dan longsor pada 1 Februari lalu, Pertamina pun turun langsung.   Melalui PGE Area Lahendong, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kota (Pemkota) Manado, menyalurkan bantuan ratusan paket makanan siap saji dan bahan makanan pokok, kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda Sulut.   Bantuan diserahkan langsung oleh Operation Manager PGE Area LHD Ahmad Yani. Adapun lokasi pemberian bantuan berada di Kecamatan Tuminting tepatnya Dapur Umum Masjid Al Munawarah.   “Kami harap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dalam menghadapi bencana banjir, wujud kepedulian perusahaan & kemanusiaan sebagai sesama warga Sulut,” kata GM PGE Lahendong Salvius Patangke. utuhan masyarakat.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin