Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa, PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa

Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa, PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terapkan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) di Rumah Bibit Gombang, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jakarta,TAMBANG, Berbagai terobosan dilakukan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam memastikan pasokan bahan baku untuk biomassa. Kali ini dalam kolaborasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture bersama PT PLN (Persero), dilakukan kegiatan modernisasi pembibitanan tanaman energi berbasis digital. Kegiata ini dilaksanakan pada Kamis (7/5) di Kalurahan Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Mamit Setiawan, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia dalam keterangannya menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu tanaman energi yang selama ini dijalankan PLN EPI. Tujuannya tidak lain mendukung transisi energi dan pengurangan emisi.

“Program ini dirancang untuk mendorong modernisasi sektor pembibitan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik dan teknologi digital sehingga lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” terang Mamit

Melalui penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT), proses pemeliharaan bibit kini dapat dilakukan secara terjadwal dan dikendalikan melalui perangkat ponsel. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban kerja manual, serta menghasilkan bibit dengan kualitas yang lebih terjaga.

PLN EPI mengembangkan rumah pembibitan tanaman energi seperti indigofera dan kaliandra yang nantinya digunakan sebagai biomassa campuran batubara dalam skema cofiring PLTU. Program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Program Electrifying Agriculture di Gombang sendiri telah dikembangkan sejak 2023 melalui skema tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN EPI. Rumah bibit tersebut dikelola Gapoktan Tani Mulya dengan dukungan sistem digitalisasi penyiraman, instalasi listrik, hingga pelatihan pengelolaan rumah bibit modern.

Panewu Kapanewon Ponjong, Asih Tri Wahyuni mengatakan program tersebut dinilai relevan dengan kondisi lahan di wilayah Gunungkidul yang didominasi kawasan kering dan lahan kritis dan membutuhkan inovasi dalam pengelolaan pertanian.

“Pendampingannya tidak hanya berhenti pada program, tetapi juga sampai masyarakat mampu mandiri mengelola rumah bibit,” ujarnya.

Ia menyebut manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Selain untuk tanaman energi, daun indigofera juga mulai dimanfaatkan warga sebagai bahan pewarna alami untuk eco print.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Jogja dan Wonosari Agung Pratomo menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat menjadi model kolaborasi yang dapat menjaga keberlanjutan energi nasional.

“Tanaman energi ini nantinya digunakan sebagai campuran bahan bakar batubara di PLTU melalui cofiring. Jadi masyarakat ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan energi,” ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman, menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi kelompok tani.

“Dengan adanya sistem listrik dan digital ini, pengelolaan rumah bibit menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Kami juga lebih yakin dalam menghasilkan bibit yang berkualitas, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok,” ujar Satiman.

PLN EPI mencatat program Electrifying Agriculture Rumah Bibit Gombang memiliki kapasitas dukungan hingga 25.000 bibit tanaman multifungsi dan biomassa. Selain mendukung cofiring, program juga diarahkan untuk penghijauan dan penguatan ekonomi kelompok tani lokal.

Sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan melalui pengurangan emisi (environmental), tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat (social) serta penguatan tata kelola berbasis teknologi dan SOP yang terstruktur (governance).

Melalui pendekatan tersebut, PLN EPI mendorong terciptanya ekosistem energi berbasis masyarakat yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus lingkungan.

Dari desa, PLN EPI menumbuhkan energi masa depan, menguatkan ekonomi, menjaga lingkungan, dan memastikan keberlanjutan energi nasional.

Artikel Terkait

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda