Peringkat Pusri turun menjadi “idAA”/stabil

Jakarta – TAMBANG. Dikarenakan profit marjin yang lebih rendah, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat “idAA-“/ stabil kepada PT Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri). Peringkat dengan periode 4 april 2016 – 1 April 2017 ini turun dari sebelumnya yaitu “idAA”. Peringkat ini bisa dinaikkan jika perseroan dapat secara signifikan meningkatkan dan mendiversifikasi kinerja bisnisnya, terutama di sektor non-subsidi, termasuk perkebunan dan industri secara berkelanjutan. “Juga disertai dengan struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat, meskipun terdapat belanja modal,” ujar Mega Nugroho, analis dari Pefino, selasa (21/6). Ada beberapa faktor yang bisa mendukung peringkat Pusri, yaitu dukungan yang kuat dari pemerintah mengingat pentingnya industri pupuk secara strategis bagi negara, posisi pasar yang kuat di industri pupuk domestik mengingat lokasi perseroan di Palembang, juga potensi peningkatan marjin profitabilitas dalam jangka pendek. “Pusri sedang membangun beberapa fasilitas sehingga menurunkan penggunaan gas. Harga batubara yang rendah saat ini juga bisa mengganti penggunaan gas,” paparnya lagi. Dua faktor yang membatasi peringkat perseroan sendiri adalah tingkat struktur permodalan perseroan yang agresif dan perlindungan arus kas yang lemah dan rasio konsumsi gas yang tinggi. Sehingga jika profil keuangan memburuk secara berkelanjutan karena penundaan yang berkepanjangan dalam pembayaran subsidi dan marjin profitabilitas yang lebih lemah karena kondisi perkebunan tidak menguntungkan, Mega mengatakan bahwa perseroan akan diturunkan peringkatnya. Setiap perubahan yang tidak menguntungkan atas skema subsidi dan penghapusan wilayah distribusi pupuk bersubsidi juga dapat menambah tekanan terhadap peringkat perusahaan.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda