Perhapi: DBH Tambang Bisa Jadi Modal Transformasi Ekonomi Hijau

Perhapi: DBH Tambang Bisa Jadi Modal Transformasi Ekonomi Hijau

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) bekerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Efektivitas Penggunaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) Mineral dan Batubara dalam Rangka Transformasi Ekonomi Tambang Menuju Ekonomi Hijau” di Hotel Bidakara, Rabu (7/8).

Wakil Ketua Perhapi, Sudirman Widhy Hartono menegaskan, sektor pertambangan tercatat sebagai industri yang berperan vital di Indonesia. Salah satunya terkait kontribusi terhadap daerah melalui Dana Bagi hasil (DBH) pertambangan mineral dan batu bara.

“DBH menjadi perwujudan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang bertujuan untuk meminimalisir ketimpangan fiskal, mengurangi dampak eksternalitas negatif dan melakukan pemerataan,” ujar Sudirman Widhy saat menyampaikan sambutannya.

Industri pertambangan, kata Widhy, sangat bertumpu pada ketersediaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Ketika cadangan menipis dan akhirnya akan habis, maka dibutuhkan perencanaan yang matang untuk mengelola DBH sebagai modal transformasi menuju ekonomi hijau.

“Studi empiris tentang peran DBH terhadap pertumbuhan di daerah cukup banyak ditemukan dengan hasil yang bervariasi. Salah satunya ketergantungan yang lebih terhadap DBH di wilayah timur Indonesia dibanding wilayah barat,” beber Widhy.

“Dengan menggunakan DBH secara efektif, daerah dapat mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak hanya ditargetkan untuk menjadi lebih tinggi, tetapi juga didorong untuk lebih hijau. Program hilirisasi pertambangan yang saat ini bergulir, dinilai akan menjadi andalan bagi Indonesia untuk menuju ekonomi hijau. 

“Kita tidak hanya berbicara pertumbuhan yang tinggi tetapi juga yang hijau dan ramah lingkungan. Dalam konteks transformasi ekonomi, salah satu tulang punggungnya hilirisasi sumber daya alam. Hilirisasi akan menjadi game changer untuk menuju transisi energi. Salah satu contohnya nikel menjadi sel baterai,” jelas Vivi.

Soal potret wilayah yang berhasil melakukan transformasi ekonomi, ia mencontohkan Pittsburgh di Amerika. Di mana kota ini tadinya terkenal sebagai penghasil baja dengan lebih dari 300 pabrik. Namun ketika terjadi deindustrialisasi, kota ini kehilangan daya tariknya.

Hingga akhirnya, kota ini memulai transformasi ekonomi dengan mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan teknologi tinggi. Menariknya, banyak praktisi dan pakar pertambangan yang menjadi sosok penting terlibat dalam proses transformasi tersebut. 

“Satu dari cerita sukses transformasi ini adalah Pittsburgh, di mana banyak sekali yang dilakukan. Menariknya, banyak orang tambang yang menjadi penggeraknya di sana,” pungkas Vivi.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin