Penyedia Alat Berat Tiongkok Liugong Resmikan Pusat Layanan Purna Jual

Penyedia Alat Berat Tiongkok Liugong Resmikan Pusat Layanan Purna Jual

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan penyedia alat berat asal Tiongkok PT Liugong Machinery Indonesia meresmikan pusat pelayanan purna jual dan pergudangan atau warehouse spare parts di kawasan Cakung Industri Selatan 1, Jakarta Utara. Peresmian tersebut dicanangkan untuk mendukung penyediaan alat berat di Indonesia.

Saat ini harga komoditas pertambangan sedang tinggi, pelaku usaha tengah menggenjot produksi namun ketersediaan pasokan alat berat terbatas. Kondisi demikian dimanfaatkan oleh Liugong yang sudah lebih dari 15 tahun hadir di Indonesia

“Kami serius berinvestasi di Indonesia. Saat ini kami memiliki 45 cabang penjualan dan pelayanan dan akan terus kami kembangkan seiring tren harga komoditas pertambangan yang sedang baik,” ungkap Levi Lin melalui keterangan resminya, Kamis (11/8).

“Peresmian warehouse kali ini menjadi salah satu tonggak untuk mendukung layanan purna jual kami kepada pelanggan,” sambungnya.

Pada tahun lalu, Liugong menunjukkan kinerja yang positif dengan mencetak penjualan hingga seribu unit, atau meningkat 161% dibandingkan tahun sebelumnya. Liugong sendiri telah mendirikan PT Liugong Machinery Indonesia untuk dapat lebih cepat mendukung dealer dan para pelanggannya.

Di level global, Liugong tercatat sebagai bagian dari merek ternama alat berat asal Tiongkok. Memiliki lebih dari 300 dealer di 130 negara.

“Secara global Liugong menjadi salah satu leading brand alat berat asal Tiongkok. Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami karena pertambangannya begitu maju,” jelas Levi.

“Untuk pertambangan di Indonesia, kami sudah menjangkau sektor pertambangan batu bara, nikel, timah, bauksit, quarry, dan sebagainya,” lanjutnya.

Sejauh ini Liugong tidak hanya memproduksi alat berat, tetapi juga berinovasi mengikuti tren pasar dengan meluncurkan wheel loader kendali jarak jauh berbasis 5G bertenaga listrik pertama di dunia.

Dalam peremsian tersebut, Liugong memamerkan lebih dari 20 produk flagship, yaitu tipe 970E, DW90, TD25M, dan 890H yang baru diluncurkan. LiuGong telah memantapkan kemampuan pemasaran dan after sales-spare part yang lengkap di Indonesia. Hingga lebih dari 9.000 unit peralatan LiuGong beroperasi, bukan hanya di sektor pertambangan, melainkan juga di bidang pertanian, kehutanan, infrastruktur, dan industri lainnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda