Penjualan Semen Baturaja Naik 5%

Jakarta – TAMBANG. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (IDX:SMBR) membukukan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 5% pada 1Q16. Volume penjualan tersebut ditopang oleh sejumlah proyek infrastruktur di Sumatera Selatan. Salah satu yang menjadi penopang volume penjualan adalah proyek LRT (light rail transit atau kereta ringan). Pada 2016, perseroan menargetkan volume penjualan semen sebesar 1,75 juta ton atau naik 13,8% (YoY). Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo memaparkan volume penjualan semen pada awal tahun bakal relatif belum optimal. “Volume penjualan semen diperkirakan melesat pada semester II/2016,” ujarnya. Wilayah pemasaran penjualan paling banyak di kawasan Sumatera Selatan dan provinsi sekitarnya seperti Jambi. Pada tahun 2015, Semen Baturaja membukukan kenaikan laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 5,4% menjadi Rp354,18 miliar pada 2015 dari tahun sebelumnya Rp335,95 miliar. jumlah laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp348,34 miliar, naik 6% dari tahun sebelumnya Rp328,46 miliar. Penjualan bersih Semen Baturaja naik 20,2% menjadi Rp1,46 triliun sepanjang periode 2015, dari sebelumnya Rp1,21 triliun. Sementara, beban pokok penjualan juga meningkat 15,7% menjadi Rp967,66 miliar dari Rp835,73 miliar. Laba kotor yang SMBR mencapai Rp493,57 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya Rp379,17 miliar. Laba usaha yang diraih SMBR mencapai Rp323,26 miliar, naik 27,6% dari sebelumnya Rp253,29 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp443,41 miliar dari sebelumnya Rp404,8 miliar. Hingga 31 Desember 2015, total aset Semen Baturaja mencapai Rp3,26 triliun dari sebelumnya Rp2,92 triliun. Liabilitas mencapai Rp319 miliar jauh lebih rendah dari sebelumnya Rp2,9 triliun dan ekuitas Rp2,94 triliun dari Rp2,63 triliun.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin