Pengembangan Bioetanol Perlu Subsidi

Jakarta-TAMBANG. Pengembangan pemanfaatan kewajiban (mandatori) bioetanol membutuhkan dukungan subsidi sama seperti halnya mandatori biodiesel. Subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp0,4 triliun.

Seperti yang terlansir dalam situs resmi Kementerian ESDM, dalam roadmap pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) itu disebutkan mandatori BBN jenis bioetanol sebesar 2% untuk PSO dan 5% untuk non PSO, hanya saja dalam perjalanan pelaksanaannya masih mengalami kendala.

Kendala pertama karena masih kecilnya suplai bioetanol, sehingga pada tahap awal Pemerintah mendorong implementasi mandatori bioetanol hanya pada minyak bensin dengan nilai oktan minimal 90 dengan prioritas untuk wilayah DKI Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Persoalan kedua adalah masih terkendalanya penggunaan fasilitas penyimpanan bersama (comingle system) yang digunakan oleh PT. Shell Indonesia dan PT. Total Oil Indonesia dengan peraturan cukai yang harus menyediakan penyimpanan tersendiri untuk bioetanol. Saat ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang menyiapkan regulasi khusus terkait cukai etanol untuk mendukung pelaksanaan mandatori bioetanol dapat berjalan dengan lebih baik.

Kendala berikutnya dan yang paling utama adalah adanya disparitas harga bioetanol dengan minyak bensin yang cukup tinggi, dimana selisih harga tersebut mencapai Rp4.150 per liter pada Juni 2016. Atas dasar hal tersebut, subsidi bioetanol dinilai dapat menjadi solusi untuk mendorong pengembangan bioetanol yang saat ini masih belum berjalan optimal.

Sejauh ini badan usaha yang siap memasok fuel grade ethanol diantaranya PT Molindo Raya dengan kapasitas 10.000 KL pertahun dan PT Energi Agro Nusantara 30.000 KL pertahun.

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (United Tractors) mendukung pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat melalui uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid EREV, rigid dump truck berkapasitas kelas 100 ton. Pengujian ini berlangsung di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco), dengan kegiatan operasional yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

By Rian Wahyuddin