Pengelolaan WK Sengkang dan East Sepinggan Beralih ke Gross Split

Pengelolaan WK Sengkang dan East Sepinggan Beralih ke Gross Split
Wakil Menteri ESDM, Arcnadra tahar, saat konferensi pers pengumumam penawaran WK MIgas Tahun 2018, Senin (19/2)
Jakarta, TAMBANG – Pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Sengkang dan WK East Sepinggan beralih dari Cost Recovery ke Gross Split. Hal ini ditandai dengan penanandatanganan tersebut kontak bagi hasil Gross Split yang disaksikan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto, Selasa (11/12).   Pemegang Partisipasi Interes WK East Sepinggan adalah Eni East Sepinggan Limited sebesar 85 persen dan PT Pertamina Hulu Energi East Sepinggan sebesar 15 persen, dimana Eni East Sepinggan Limited bertindak sebagai Operator.   “Perusahaan Italia dan Pertamina telah pindah dari Cost Recovery ke Gross Split. Gross Split membuat proses lebih simpel dan efektif,” ungkap Arcandra dalam keterangan resminya, Selasa (11/12)   Lebih lanjut Arcandra mengungkapkan, meski dari prespektif Pemerintah skema Gross Split ini sangat atraktif, namun Pemerintah tetap terbuka atas masukan dari para kontraktor. “Pemerintah menerima semua masukan dan kritik atas konsep Gross Split. Tapi hari ini membuktikan bahwa skema itu menjanjikan,” tegas Arcandra.   Kontrak Bagi Hasil WK Sengkang merupakan kontrak perpanjangan dengan Pemegang Partisipasi Interes Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. sebesar 100 persen. Kontrak Bagi Hasil WK Sengkang akan berlaku untuk 20 (dua puluh) tahun, efektif sejak tanggal 24 Oktober 2022. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 (lima) tahun pertama sebesar USD88 juta dan Bonus Tanda Tangan sebesar USD12 juta. Partisipasi Interes (PI) yang dimiliki Energy Equity Epic (Sengkang) tersebut termasuk PI 10 persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah.   Sementara, Kontrak Bagi Hasil WK East Sepinggan merupakan kontrak skema Cost Recovery pertama yang beralih menjadi kontrak skema Gross Split sesuai dengan usulan Kontraktor, dimana salah satu pertimbangannya adalah dalam rangka efektifitas pengembangan WK East Sepinggan.  

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin