Pemimpin Jadi Kunci Sukses Hadapi Tahun Sulit

Pemimpin Jadi Kunci Sukses Hadapi Tahun Sulit

Sejumlah pelaku usaha tambang dan migas saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat. Runtuhnya harga komoditas tambang dan migas tidak dapat dihindari akibat lesunya pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk banjirnya pasokan minyak mentah akibat berkurangnya permintaan.

Tentu dalam menghadapi hal ini, pelaku usaha dituntut untuk segera mengambil tindakan penyelamatan dengan menyusun kembali resiko yang bersifat signifikan pada proyek-proyek perusahaan agar dapat dihindari atau diminimalisir. Board of Directors (BoD) memegang peranan kunci dalam menentukan sukses atau tidaknya Enterprise Risk Management (ERM).

Tony Simmonds, Senior Principal Consultant Interlink Technology Services Indonesia (ITSI), menjelaskan ada empat hal yang mesti diperhatikan dalam mengimplementasikan Enterprise Risk Management.

"Keempat hal itu adalah mengidentifikasi stakeholders yang menjadi kunci implementasi, meningkatkan softskills pemimpin, mengidentifikasi pihak-pihak yang bisa dijadikan aliansi, serta kesiapan seorang pemimpin untuk mengimplementasikan Risk Management," kata Tony.

Menurutnya, peran pemimpin menjadi kunci terpenting dalam mensukseskan implementasi Enterprise Risk Management, sebab itu dibutuhkan seorang pemimpin dengan sejumlah karakteristik tertentu melalui teknik negosiasi yang tepat. Tony menambahkan langkah awal yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah merangkul dan membangun kepercayaan pihak-pihak yang menjadi kunci, untuk bekerjasama dalam mengimplementasikan perubahan menyukseskan Enterprise Risk Management.

"Board of Directors (BoD) atau seorang pemimpin memegang peranan kunci dalam menentukan sukses atau tidaknya implementasi Enterprise Risk Management. Terlepas dari status Enterprise Risk Management yang bersifat wajib (mandatory) dari pemerintah," jelasnya.

Pasalnya, kerap sekali seorang pemimpin kurang tertarik untuk menjalankan Enterprise Risk Management, akibatnya Enterprise Risk Management hanya menjadi sekedar memenuhi kewajiban bukan sebagai kebutuhan pokok. Padahal, menurut Director dan Principal Consultant ITSI, Decy Chalid, impementasi Enterprise Risk Management adalah bagian terpenting bagi perusahaan karena kaitannya dengan revenue atau added value.

"Kesadaran ini yang mesti dibagun, agar seorang pemimpin yang memegang peranan dapat mengimplementasikan Enterprise Risk Management dengan sukses," ujar Decy.

Dengan adanya kesadaran ini, maka seorang pemimpin melalui Enterprise Risk Management dapat memainkan peranan penting dalam mengambil tindakan pencegah resiko yang bersifat signifikan pada proyek-proyek perusahaan. Sisi lain, tim pun dapat menciptakan prestasi-prestasi kecil pada proyek atau perusahaan sebagai salah satu manfaat implementasi Enterprise Risk Management.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda