Pemerintah Revisi PP Kebijakan Energi Nasional (KEN), Ini Poin Pentingnya

Revisi KEN
PLTS Apung. dok: PLN

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah berencana melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (8/7).

Menteri Arifin bilang, perubahan PP ini menyangkut delapan poin penting. Pertama perubahan PP ini terkait Grand Strategi dengan fokus tetap menjaga ketahanan energi dalam masa transisi energi.

“(Ini meliputi) menjaga keamanan pasokan dan keterjangkauan harga selama transisi. Meningkatkan konservasi energi dan efisiensi energi. Memaksimalkan energi baru dan terbarukan. Meminimalkan penggunaan energi fosil (batu bara dan bensin). Mengoptimalkan penggunaan gas sebagai transisi. Penggunaan energi baru (nuklir) untuk menyeimbangkan dan mencapai target dekarbonisasi,” beber Arifin.

Sebelumnya, dalam PP 79 tahun 2014 Grand Strategi hanya disebut meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi, serta hanya menyebutkan memaksimalkan energi terbarukan dan meminimalkan penggunaan bensin.

Poin kedua, revisi KEN berkaitan dengan transisi energi mencapai puncak emisi di 2035 dan net zero emission pada tahun 2060. Target bauran EBT tahun 2060 sebesar 70-72 persen. Sebelumnya, poin ini hanya fokus pada target dekarbonisasi untuk mencapai pangsa EBT dalam bauran energi primer sebesar 23 persen tahun 2025 dan 31 persen pada 2050.

“Transisi energi mencapai puncak emisi di 2035 dan net zero emission pada tahun 2060. Target bauran EBT tahun 2060 sebesar 70-72 persen,” ucap Arifin.

Ketiga, menetapkan proyeksi energi final dan konsumsi listrik, suplai dan bauran energi primer, Tingkat emisi GRK sektor energi (CO2e) dan intensitas emisi GRK sektor energi. Sebelumnya hanya menetapkan proyeksi energi final dan konsumsi listrik, suplai dan bauran energi primer.

Keempat, pendanaan untuk dekarbonisasi sektor energi dan ketahanan energi melalui APBN, APBD, dan sumber lain nasional maupun internasional. Sebelumnya fokus pada penguatan pendanaan untuk ketahanan energi melalui APBN dan APBD.

Kelima, insentif fiskal dan nonfiskal, disinsentif dan pembiayaan untuk BUMN dan BU serta kompensasi untuk BUMN dalam program transisi  energi dan ketahanan energi. Kebijakan sebelumnya, insentif fiskal dan nonfiskal untuk program diversifikasi energi dan pengembangan energi terbarukan.

“Insnetif fiskal dan nonfiskal, disinsentif dan pembiayaan untuk BUMN dan BU serta kompensasi untuk BUMN dalam program transisi  energi dan ketahanan energi,” ungkap Arifin.

Keenam, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) meliputi teknologi dan rancangan bangunan, bahan material, komponen lain yang terkait, tenaga kerja, sumber pendanaan serta peningkatan nilai tambah. Sebelumnya, hanya peningkatan TKDN dalam industri energi nasional.

Ketujuh, partisipasi Masyarakat dalam kegiatan usaha penyediaan dan pemanfaatan energi serta pendanaan dekarbonisasi energi dan ketahanan energi. Sebelumnya, poin ini fokus pada akses untuk Masyarakat terhadap energi secara adil dan merata serta penyiapan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penguasaan dan penerapan teknologi serta keselamatan.

Kedelapan, kerja sama dan diplomasi energi tingkat internasional untuk memperkuat posisi keenergian Indonesia dan mewujudkan transisi energi yang berkeadilan. Sebelumnya, poin ini tidak dicantumkan KEN. 

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin