Pembangunan Smelter Indosmelt Mundur Lagi

Pembangunan Smelter Indosmelt Mundur Lagi
ilustrasi

Jakarta-TAMBANG. PT Indosmelt masih menunda pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tembaga yang sebelumnya ditargetkan beroperasi 2019.

Direktur Utama Indosmelt, Natsir Mansur menyatakan pihaknya masih manunggu hasil kajian pra feasibility study (FS) untuk pembangunan smelter yang digelar oleh China EnFI Nonferrours Engineering Co Ltd.

"Walaupun pra FS mundur, kami tetap optimistis kegiatan konstruksi tetap bisa digelar pada tahun ini. Sehingga, target mulainya operasi smelter pada 2019 tetap bisa dikejar," katanya, Jumat (13/2).

China EnFI Nonferrours Engineering Co Ltd merupakan anak usaha China Metallurgical Corporation Group (MMC) yang bermarkas di Cina. Rencananya, setelah FS rampung, kegiatan engineering, procurement, and construction (EPC) akan dilakukan juga oleh MMC yang nantinya juga akan memiliki porsi saham di Indosmelt.

Dituturkan Natsir, pendanaan investasi juga tidak ada persoalan, karena pihaknya telah menggelar kerjasama pemberian fasilitas pinjaman dari Shining Resources Co Ltd senilai US$ 700 juta.

"Untuk pasokan konsentrat tembaga, kami masih menunggu kepastian dari PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara berdasarkan Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) yang telah dibuat," ujar dia.

Kajian pra FS yang tengah dilakukan Indosmelt merupakan kegiatan ulangan setelah sebelumnya perusahaan tersebut menggandeng Outotec. Semula, Indosmelt akan membangun smelter berkapasitas bahan baku konsentrat mencapai 500.000 ton per tahun membutuhkan investasi senilai US$ 1 miliar.

Nah, dengan hadirnya partner baru dari Tiongkok, Natsir berharap biaya investasi itu lebih murah karena akan menggunakan teknologi baru. Hingga saat ini, Indosmelt mengaku telah membebaskan 60 hektare dari 100 ha kebutuhan lahan, dengan biaya investasi sekitar Rp300 miliar.

Sebelumnya, Indosmelt merencanakan FS untuk pembangunan smelter berkapasitas 120.000 ton per tahun itu selesai Maret 2015. Target ini mundur dari rencana sebelumnya pada Januari kemarin.

Artikel Terkait

Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Sebanyak 18 asosiasi subsektor industri pertambangan mineral dan batu bara bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 pada 2–3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Minerba Convex 2026 akan dibuka secara

By Rian Wahyuddin
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin
United Tractors Dukung Talenta Muda Indonesia di WorldSkills Competition Shanghai 2026

United Tractors Dukung Talenta Muda Indonesia di WorldSkills Competition Shanghai 2026

Jakarta, TAMBANG - PT United Tractors Tbk (UT), kembali mendukung pengembangan talenta muda Indonesia di bidang teknologi alat berat melalui  ajang WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, Tiongkok. Pada ajang kompetisi keterampilan tingkat dunia yang berlangsung pada 22-27 September 2026 tersebut, UT memfasilitasi delegasi Indonesia untuk berkompetisi pada bidang Heavy

By Rian Wahyuddin