Pembangunan Jargas Kurangi Subsidi LPG

Jakarta-TAMBANG. Pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga secara masif, tidak hanya bermanfaat menyediakan energi bersih dan murah bagi masyarakat, juga mengurangi besaran subsidi LPG yang harus ditanggung Pemerintah. Saat ini, besaran subsidi LPG mencapai Rp22 triliun. “Apabila LPG bisa dikonversi ke gas, maka beban subsidi yang Rp22 triliun akan menurun,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said, seperti dikutip dalam situs resmi KESDM. Penurunan subsidi LPG ini, lanjut dia, lebih baik digunakan untuk sektor-sektor yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur, sekolah, sarana kesehatan dan sebagainya. Subsidi sebaiknya dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerimanya. “Dari waktu ke waktu, Pemerintah terus menjaga agar subsidi betul-betul jatuh kepada masyarakat yang berhak dan dari waktu ke waktu, masyarakat menengah yang sudah punya kemampuan, bisa menghilangkan subsidi itu,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja menambahkan, penurunan subsidi LPG dengan adanya pembangunan jargas ini nilainya memang belum signifikan.Jumlah rumah tangga di Indonesia mencapai 60 juta, sementara tabung LPG ukuran 3 kg yang telah dibagikan mencapai 58 juta tabung. Meski demikian, jika pembangunan jargas dilakukan sesuai dengan rencana maka subsidi LPG pasti terus menurun.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin