Pasar Uang Bergejolak, Harga Emas Naik

Pasar Uang Bergejolak, Harga Emas Naik
Jakarta, TAMBANG. HARGA emas naik hampir $70 per ounce, Kamis kemarin, sebagai reaksi terhadap gejolak di pasar uang dan kekhawatiran terhadap ekonomi global yang dinilai tidak menentu. Investor memilih emas yang dinilai aman.   Harga emas untuk penyerahan April naik 5,8% menjadi US$ 1.263,90 per ounce, pada perdagangan pagi hari  –1 ounces = 28,35 gram. Terjadi penjualan besar-besaran, hampir tiga kali lipat dibanding volume harian biasanya. Ini membuat pasar emas bergairah, setelah hampir enam bulan lesu.   Harga saham Barrick Gold Corp naik 9,3%. Sebanyak 25 juta lembar saham diperdagangkan. Setelah mencapai harga saham terendah sejak 1989 pada enam bulan lalu, kenaikan harga saham ini menjadi angin segar bagi para pemegang saham Barrick.   Barrick memproduksi 6,1 juta ounces emas pada 2015. Sahamnya menempati posisi ke-10 teraktif diperdagangkan di Bursa New York, kemarin. Nilai saham Barrick di Bursa New York adalah US$ 14,5 miliar. Perusahaan berpusat di Toronto itu menjadi perusahaan emas dengan valuasi terbesar di dunia.   Harga saham Goldcorp, perusahaan emas dari Toronto, Kanada, yang juga terdaftar di Bursa New York, naik 9% sebelum kemudian turun lagi. Goldcorp memiliki kapitalisasi pasar US$ 13 miliar. Sebanyk 16 juta lembar saham diperdagangkan, kemarin.   Newmont, produsen emas terbanyak kedua di dunia, harga sahamnya naik 4,5%. Kinerja saham perusahaan dari Denver, Amerika Serikat itu naik 41% sejak awal tahun ini. Ketika yang lain tengah kesulitan, Newmont malah mengakuisisi Cripple Creek & Victor, tambang emas di Colorado, Amerika Serikat, dengan harga US$ 820 juta.

Artikel Terkait

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia. Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di

By Egenius Soda