Panas Bumi Jadi Andalan Pasokan Energi Nasional

Jakarta-TAMBANG. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar yaitu sebesar 29 gigawatt (GW) yang tersebar di 324 titik dan 127 gunung api. Seperti yang terlansir dalam situs resmi EBTKE, Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak mengatakan lokasi potensi tersebut tersebar sepanjang jalur vulkanik aktif dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku. “Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik nasional, kami sebagai pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya melalui percepatan pengembangan panas bumi,” kata dia saat memberikan sambutan dalam acara Kajian Japan International Cooperation Agency (JICA) tentang Master Plan Panas Bumi tahun 2016 – 2025, di Jakarta, Selasa, 13 September 2016. Kedepan, lanjut Yunus, energi panas bumi akan menjadi energi andalan dan vital, pasalnya dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang kian menipis. “Disamping itu, dengan mengembangkan sumber energi panas bumi, akan tercipta lapangan pekerjaan yang sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya. Dia mengungkapkan, berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 79/2014 terkait kebijakan energi nasional (KEN), Pemerintah telah menetapkan target pangsa energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025, dimana energi panas bumi ditargetkan memberikan kontribusi sebesar 7,2 GW atau sekitar 7,3%. “Salah satu upaya untuk mengembangkan sumber energi panas bumi adalah dengan melakukan kerja sama dengan institusi-institusi lain yang terkait, salah satunya bekerja sama dengan JICA,” pungkas Yunus.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda