Nota Kesepakatan Petrokimia Iran-Indonesia Ditandatangani

Nota Kesepakatan Petrokimia Iran-Indonesia Ditandatangani
TAMBANG, JAKARTA. PERJANJIAN kerjasama di bidang petrokimia antara Iran dengan Indonesia ditandatangani di Teheran, kemarin. Kerjasama itu berlangsung antara Pertamina dengan Petrochemical Commercial Company, Iran.   Sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr dari Teheran, sebelum penandatanganan kerjasama itu, pejabat Pertamina bertemu pejabat Petrochemical. Mereka berdiskusi mengenai apa yang bisa dilakukan untuk kerjasama bilateral di bidang industri petrokimia.   Disepakati, Pertamina akan mengimpor langsung dari Petrochemical Commercial Company  produk berupa LPG, kondensat, polimer, dan aspal. Sebaliknya Petrochemical setuju untuk membeli aromatik produk Pertamina.   Pertamina dan mitranya dari Iran itu sepakat untuk membentuk tim beranggota utusan dari masing-masing perusahaan. Tugasnya untuk membuat rencana ekspansi, serta hal-hal yang harus dilakukan agar perjanjian kerjasama berjalan lancar.   Direktur Pelaksana Petrochemical, Mehdi Sharifi Niknafas, dalam kesempatan itu memperkenalkan kemampuan perusahaannya, produknya, serta berbagai rencana ekspansi yang akan dilakukan. Termasuk, bila perlu, membuka cabang atau kantor perwakilan di luar negeri.   Ini merupakan perjanjian baru antara Pertamina dengan perusahaan minyak dan gas dari Iran. Sebelumnya, Pertamina telah sepakat untuk membeli minyak mentah serta LPG dari Iran. Iran juga sepakat untuk bekerjasama di bidang industri pengolahan minyak, dengan mendirikan kilang.  

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin