Anak Usaha Nickel Industries Limited Kantongi RKAB 2026 Untuk Tambang Hengjaya

Anak Usaha Nickel Industries Limited Kantongi RKAB 2026 Untuk Tambang Hengjaya
Lokasi Tambang Hengjaya (Sumber; https://nickelindustries.com)

Jakarta,TAMBANG,- Satu demi satu perusahaan tambang nike mengantongi persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) tahun 2026. Persetujuan RKAB ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kali ini Nickel Industries Limited (Nickel Industries) yang menyampaikan bahwa anak usahanya, Tambang Hengjaya telah mengantongi persetujuan RKAB untuk penjualan bijih nikel tahun 2026.

Perusahaan tambang nikel ini mendapat persetujuan penjualan sebesar 14,3 juta wmt. Angka ini lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 9,0 juta ton metrik basah (wmt).


Meskipun Perusahaan menerima persetujuan lingkungan lima tahun (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, AMDAL) pada akhir tahun 2025 dan kuota RKAB tahunan pada tanggal 18 Februari 2026, persetujuan ini merupakan
langkah terakhir dalam proses RKAB untuk tahun 2026.

Dari angka yang tercantum dalam RKAB sebesar 14,3 juta wmt untuk tahun 2026, 8,3 juta wmt akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bijih limonit pada proyek Excelsior Nickel Cobalt HPAL (ENC). Kemudian sisanya akan dijual ke operasi RKEF Perusahaan di IMIP yang membutuhkan bijih saprolit).

Dalam keterangan juga disampaikan bahwa Perusahaan berhak untuk mengajukan permohonan peningkatan lebih lanjut dalam kuota RKAB-nya pada pertengahan dan akhir tahun ini. Perusahaan bermaksud untuk memanfaatkan kedua kesempatan tersebut untuk berupaya meningkatkan RKAB-nya lebih lanjut setelah pengoperasian dan peningkatan kapasitas ENC.

Perjanjian Pasokan Bijih Tambang Hengjaya Tambang Hengjaya telah menandatangani perjanjian yang mengikat untuk secara eksklusif memasok minimal 9,2 juta wmt per tahun bijih limonit ke ENC. Pabrik ini hampir siap beroperasi. Perjanjian tersebut menetapkan jangka waktu 15 tahun dengan harga yang disesuaikan dengan harga pasar.

Perjanjian ini secara signifikan mengurangi risiko penjualan limonit di masa mendatang dari Tambang Hengjaya. Di sisi lain dari penjualan ini perusahaan akan menghasilkan EBITDA yang disesuaikan/t sebesar US$12/wmt pada semester pertama tahun 2025.

Secara historis, Tambang Hengjaya telah mengangkut bijih limonit ke pelanggan melalui truk pengangkut. Berdasarkan pengaturan pasokan ENC, bijih limonit akan diangkut melalui pipa slurry, yang menghasilkan pengurangan biaya transportasi dan intensitas karbon yang signifikan.

Tambang Hengjaya dijadwalkan untuk mengirimkan muatan pertama bijih limonit ke pabrik pengolahan limonit ENC pada akhir bulan ini.

“Persetujuan izin penjualan RKAB 2026 yang ditingkatkan merupakan tonggak penting yang memberikan kepastian pasokan untuk operasi RKEF dan ENC kami. Dengan proses regulasi yang kini telah selesai untuk tahun ini, kami berada dalam posisi yang baik untuk mendukung pengoperasian ENC,"terang Direktur Pelaksana Justin Werner.

Selain itu, perjanjian pasokan jangka panjang yang mengikat secara signifikan mengurangi risiko penjualan limonit Tambang Hengjaya dan memberikan visibilitas pendapatan yang kuat seiring dengan peningkatan produksi ENC.

"Selain itu, peralihan ke transportasi pipa slurry memberikan manfaat biaya dan intensitas karbon, memperkuat kekuatan strategi nikel terintegrasi vertikal kami.”pungkas Justin.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda