Nemont Ajukan Proposal Akuisisi Newcrest

Nemont Ajukan Proposal Akuisisi Newcrest
Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, mengkonfirmasi telah mengajukan proposal yang tidak mengikat untuk mengakuisisi 100% modal saham yang diterbitkan Newcrest Mining Limited (Newcrest). Transaksi yang diusulkan akan menggabungkan dua produsen emas dan menetapkan standar untuk penambangan emas yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Proposal Newmont untuk bergabung dengan Newcrest akan menghasilkan perusahaan gabungan dengan kepemilikan 30% dimiliki oleh Newcrest dan 70% dimiliki Newmont. Ini merupakan peluang yang menarik bagi pemegang saham kedua perusahaan untuk berbagi keuntungan dalam menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi. Proposal Newmont tunduk pada kondisi tertentu, termasuk uji tuntas untuk kepuasan kedua belah pihak, masuk ke dalam perjanjian implementasi skema dan rekomendasi dari Dewan Direksi Newcrest bahwa pemegang saham Newcrest memberikan suara mendukung proposal tersebut. “Kami yakin kombinasi antara Newmont dan Newcrest menghadirkan proposisi nilai yang kuat bagi masing-masing pemegang saham, tenaga kerja, dan masyarakat tempat kami beroperasi,” ungkap Tom Palmer, Presiden dan CEO Newmont. Tom juga menambahkan, “Transaksi yang diusulkan akan menggabungkan portofolio aset dan proyek terkemuka di industri untuk menciptakan nilai jangka panjang di seluruh gabungan bisnis global, dan kami menyambut baik pertimbangan Dewan Direksi Newcrest.” Newmont tetap berkomitmen penuh untuk bertindak demi kepentingan terbaik pemegang saham Newmont. Newmont dan Dewan Direksi menyarankan pemegang saham tidak perlu mengambil tindakan apa pun saat ini karena belum ada kepastian bahwa transaksi akan diselesaikan. Newmont telah melibatkan BofA Securities, Centerview Partners LLC dan Lazard sebagai penasihat keuangannya, serta King & Wood Mallesons dan White & Case LLP sebagai penasihat hukumnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda